400 Angkutan Online Sudah Online

ilustrasi

ilustrasi

Jakarta~ Berdasarkan data yang dimiliki Kementerian Perhubungan, sudah ada 400 unit transportasi online yang sesuai dengan persayaratan. Semanya sudah beroperasi

“Kalau per tgl 1, tapi tidak ingat berapa kira-kira 400 yang sudah jalan. Bukan hanya bisa jalan, supirnya harus punya SIM A umum atau SIM B umum tergantung jenis kendaraan,” sebut Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan di Komplek Senayan, Jakarta (6/6).

Ia juga menyebutkan jika pihak Kemenhub masih menunggu operator taksi online buat memenuhi kewajiban persyaratan yang ada.

“Itu kan deadline register. Itu transisinya sampai 31 Mei. Kalau yang sudah memenuhi syarat ya sudah jalan saja, yang belum ya terus diurus,” sambungnya.

Sebagaimana diwartakan merdeka.com, Menhub Ignasius Jonan beberapa waktu lalu engeluarkan aturan tegas untuk pemilik atau pengelola transportasi berbasis aplikasi seperti GrabCar dan Uber. Aturan dimaksud berisi tiga syarat bagi pengemudi taksi berbasis aplikasi.

“Yang pertama pengemudinya itu kalau sedan harus menggunakan SIM A umum. Ini enggak bisa ditawar, jadi tidak ada yang pakai SIM C, SIM C umum ya enggak ada, belum ada, kalau yang microbus yang tempat duduknya lebih dari tujuh ya pakai SIM B1 umum,” jelasnya.

“Kedua kendaraannya harus tetap di KIR, tadi Kadishub juga mengatakan yang sudah direkomendasikan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat harus di KIR, KIR-nya tidak harus di DKI, bisa di bengkel resmi. Saat ini sudah 3.300 lebih kendaraan, tapi yang sudah di KIR baru sekitar 300-an, hampir 400,” tambahnya.

Syarat terakhir,  persoalan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan), bagi kendaraan yang berada di bawah perusahaan, STNK-nya harus atas nama perusahaan.

“Angkutan umum itu harus berbadan hukum, itu STNK-nya kalau dalam bentuk PT (Perusahaan Terbatas), STNK-nya harus nama PT. Kalau bentuknya koperasi coba lihat UU Koperasi,” tegas Jonan.

Rate this article!
Tags:
author

Author: