60 Warga Pante Ara, Aceh Turut Membantu Mengangkat Bongkahan Batu Giok Raksasa

GIOK

Aceh — Warga di kawasan hutan lindung Desa Pante Ara, Kecamatan Beutong, Ateuh menemukan batu giok seberat 20 ton.  Minggu (22/2/2015) kemarin batu giok raksasa tersebut mulai dibelah oleh Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Nagan Raya. Rencananya, batu itu akan dibawa ke Suka Makmue, Pusat Perkantoran Pemerintahan Kabupaten setempat.

Samsul Kamal, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Nagan Raya mengatakan, proses pemotongan dan pemindahan batu giok itu diperkirakan membutuhkan waktu selama 20 hari. ‎ Hingga kini, di lokasi batu tersebut, masih ada pengawalan dari anggota polisi dan TNI.

Pemindahan batu giok raksasa yang sempat menjadi rebutan antar-warga itu hari ini berjalan lancar. Meskipun sebelumnya sempat ditentang oleh sejumlah warga yang tak mengizinkan batu tersebut dipindahkan dari hutan lindung. Pembelahan batu giok seberat 20 ton itu dilakukan dengan menggunakan empat mesin potong dan operatornya dari kalangan warga desa setempat. Para warga yang turut membantu pun memperoleh bayaran upah masing-masing sebesar Rp 15.000 untuk per kilonya.

Pada hari pertama pemotongan, pihaknya baru berhasil membelah sekitar 1,5 ton giok. Dan bongkahan batu tersebut dan sudah diangkut ke posko pertama yang berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi awal di hutan lindung. Pengangkutan bongkahan batu giok raksasa tersebut  dibantu oleh 60 orang warga setempat. Sebab, untuk mengangkut batu itu, warga harus melewati alur sungai dan tanjakan bukit.

Tags:
author

Author: