7 Seruan Tokoh Lintas Agama untuk Presiden, KPK, dan Polri

kpk

Jakarta~ Kemarin sore (5/2) ada cukup banyak tokoh lintas agama yang berkumpul di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Bukan tanpa alasan, mereka berkumpul untuk merumuskan tanggapan soal kemelut antara KPK dan Polri, serta ketegasan Presiden Jokowi dalam menyelsaikan konflik tersebut.

Beberapa tokoh penting juga yang hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain Dr. H. Marsudi Syuhud (Sekjend PBNU), Dr. H. Bina Suhendra (Bendahara Umum PBNU), Dr. Abdul Moqsith Ghazali (The Wahid Institute), Ulil Ashar-Abdalla (ICRP), M. Imdadun Rahmat (Komisioner Komnas HAM), Zafrullah Pontoh (JAI), dan Syamsiah (ICRP), dan perwakilan Komunitas Ahlul Bait Indonesia.

Dari pertemuan tersebut, dihasilkan tujuh seruan tokoh lintas agama untuk presiden, KPK, dan Polri. Berikut ini tujuh seruan dimaksud, seperti diwartakan laman resmi Nahdlatul Ulama.

1. Menyerukan kepada bangsa Indonesia untuk tidak khawatir, was-was atau resah, serta tetap tenang dan menjalankan aktifitas sebagaimana biasa.

2. Menyerukan kepada Presiden Republik Indonesia untuk terus secara sungguh-sungguh memimpin pemberantasan korupsi.

3. Mengetuk nurani Presiden Republik Indonesia untuk tidak ragu-ragu mengambil langkah yang tegas, cepat dan tepat untuk mengakhiri dan menyelesaikan perselisihan dan kemelut antara KPK dan Polri sesuai konstitusi.

4. Menyerukan Presiden Republik Indonesia untuk mengangkat kepemimpinan Polri dengan mengutamakan moralitas, kredibilitas, berintegritas  dan kapabel.

5. Mendukung KPK dan Polri untuk melakukan tugasnya menegakkan hukum dalam kerangka memberantas korupsi dan meningkatkan akuntabilitasnya.

6. Mendorong semua pihak agar menghentikan kriminalisasi dan tidak menjadikan KPK dan Polri sebagai alat bagi kepentingan politik individu dan kelompok.

7. Mengingatkan KPK untuk kembali ke fitrahnya dan betul-betul menjaga dan meningkatkan kredibilitasnya sebagai lembaga pemberantasan korupsi.

Tags:
author

Author: