Ada Usul, Frekuensi Debat Calon Gubernur/Wakil Gubernur DKI Jakarta Ditambah

monas

Jakarta – Sebuah usul menarik dilantarkan oleh senator atau anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Fahira Idris. Ia mengusulkan agar KPU DKI Jakarta menambah frekuensi debat publik Calon Gubernur/Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Menurutnya, penambahan frekuensi ini diperlukan lantaran kompleksitas persoalan Kota Jakarta. Penambahan ini juga diharapkannya dapat lebih menyakinkan publik ihwal pasangan yang paling layak dipilih untuk memimpin Jakarta.

“Kalau hanya tiga putaran, saya tidak yakin semua persoalan di Jakarta bisa dikupas dalam debat. Persoalan Kota Jakarta itu sangat kompleks, kalau cuma tiga kali, pasti banyak tema-tema yang akan luput. Debat publik jadi momentum penting bagi warga Jakarta agar benar-benar memilih secara rasional karena didasarkan atas kualitas calon yang mereka lihat saat debat,” sebut Fahira Idris mengutip dari JPNN.

Fahira menerangkan jika dari berbagai hasil survei Pilkada DKI Jakarta, banyak pemilih yang belum menentukan pilihannya. Mereka yang belum menentukan pilihannya dan pemilih yang masih ‘mengambang’ ini seringkali menentukan pilihannya usai melihat performa para pasangan calon saat debat publik.

Tags:
author

Author: