“Agar efektif, trainer-nya jangan dari PNS”

uang

Jawa Timur~ Akhirnya, para  pengusaha di Jawa Timur mendesak pemerintah agar  segera menerbitkan aturan tentang kenaikan upah tenaga kerja. Menurut mereka, kenaikan upah buruh beberapawaktu terakhir semakin berlebihan sehingga membebani iklim usaha.

Disebutkan oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, Jamhadi, sudah saatnya pemerintah memiliki program productivity centre guna meningkatkan produktivitas para tenaga kerja.

 “Dalam tiga tahun ini kenaikan upah sudah sampai sekitar 114%, lalu tuntutan pekerja yang berlebihan ini tidak diimbangi dengan produktivitas yang naik. Hal ini akan menyulitkan mereka sendiri, pengusaha dan semua pihak,” jelas Jamhadi (8/9/2015).

Menurutnya, pemerintah perlu konsentrasi meningkatkan produktivitas pekerja dengan memaksimalkan fungsi Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di setiap kota/kabupaten.

“Agar efektif, trainer-nya jangan dari PNS tetapi para pelaku industri sesuai dengan bidangnya. Misalnya pekerja di pabrik besi, yang men-training ya produsen besi yang punya ilmu tentang besi. Pagi mereka bekerja, sore bisa ikut latihan,” lanjutnya.

Dengan produktivitas yang tinggi, tanpa meminta upah besar  pun  pengusaha akan meninjau kembali upah yang pantas untuk para karyawan yang bekerja kepadanya.

 “Upah murah memang enggak zamannya, tapi harus diimbangi. Kalau pun naik, setidaknya naik sesuai inflasi saja, selain itu upah per sektoral jangan diseragamkan, kan kasihan, ” terangnya kemudian.

Ditambahkan oleh Jamhadi , Provinsi Jawa Timur sudah selayaknya jadi wilayah industrialisasi.

“Kita jangan terus-terusan menjual bahan mentah keluar, tapi musti diolah di sini agar ada nilai tambah,” tandasnya. (sumber: madiunpos.com)

author

Author: