Ajukan Persetujuan PNM Rp 700 Miliar, Direksi Pindad Menghadap DPR

pindad

Jakarta-  Satu per satu direksi BUMN menghadap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) demi meluluskan penyertaan modal negara (PMN). Kini, giliran manajemen PT Pindad (Persero), BUMN Produsen Senjata, menghadap parlemen untuk meminta persetujuan Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 700 miliar.

Direktur Utama Pindad Silmy Karim mengatakan, suntikan dana tersebut akan digunakan untuk modernisasi peralatan dan perlengkapan mesin. Juga untuk meningkatkan kapasitas atau kebutuhan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan), Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri. Dimana diantaranya, suntikan dana tersebut nantinya akan digunakan untuk peningkatan pengadaan peluru bagi prajurit.

Silmy mengungkapkan, bahwa satu prajurit membutuhkan 1.500 peluru pertahun untuk latihan. Sehingga, jika jumlah prajurit itu 400.000 berarti kurang lebih kebutuhan peluru di Indonesia yang ideal sekitar 600 juta peluru. Selain itu, suntikan modal tersebut, akan dipakai untuk mengembangkan dan memproduksi alat utama sistem senjata (alutsista) buatan Indonesia, seperti tank, kendaraan tempur, roket, senjata, hingga amunisi kaliber kecil. Selain itu, perseroan juga tengah mengembangkan prototype tank berukuran medium yang rencananya akan mulai diproduksi mulai 2016.

Lebih lanjut Silmy mengungkapkan, kedepannya akan memprogramkan dalam produksi tank, roket. Seperti, main battle tank yang mempunyai kemampuan water canon serta turrret. Sementara, untuk mengembangkan alutsista terbaru, Pindad membutuhkan setidaknya investasi Rp 4,9 triliun. Dana tersebut rencananya didukung dari suntikan modal negara dan kas internal.

Silmy juga menyinggung kinerja keuangan perseroan. Tanpa PMN, Pindad bisa meraih penjualan Rp 2,1 triliun, dengan laba bersih Rp 85 miliar di 2015. Angka ini melonjak dengan adanya PMN, dan baru bisa dirasakan setelah 2015, atau 1 tahun setelah PMN cair. Silmy optimistis dengan tambahan modal negara Rp 700 miliar akan meningkatkan permintaan alutsista pemerintah sebesar 40 persen pada tahun ini.

Tags:
author

Author: