Anak-anak Juga Bisa Alami Stres

anak-anak

Jakarta- Stress tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja. Stress juga bisa dialami semua orang diberbagai usia, termasuk anak-anak. Hanya saja stres pada anak-anak sering ditunjukkan dengan perilaku negatif. Hal ini dikarenakan, anak-anak belum memahami perasaannya sendiri.

Dilansir dari Kompas.com, dalam sebuah survei yang dilakukan di AS diketahui 72 persen anak memiliki perilaku negatif yang terkait dengan stres. Tanda stres yang perlu diwaspadai pada anak antara lain anak mudah marah atau moody, menjauh dari teman-temannya, ada perubahan di sekolah, mengalami sakit fisik yang tidak jelas penyebabnya, seperti sering sakit perut atau sakit kepala, kurang tidur atau tidur lebih banyak dari biasanya.

Adapun pemicu stres pada anak menurut para ahli kesehatan diantaranya yaitu: Perkembangan yang terlalu cepat. Jika sebelumnya, kegiatan utama sekolah TK hanyalah menggambar dan bermain, kini Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) berubah menjadi sekolah dasar kelas satu dan anak TK pun bisa pulang membawa PR.

Berikutnya, tuntutan akademik baik karena obsesi orangtua terhadap keberhasilan pendidikan anak, atau seringnya pihak sekolah memberikan tes untuk anak bisa menyebabkan anak merasa tertekan.

Jadwal yang padat pun memicu munculnya stres pada anak. Sebab, selain jam sekolah yang bertambah, saat ini anak-anak juga disibukkan dengan berbagai les tambahan.

Sandra Hassink, Presiden American Academy of Pediatrics mengatakan, anak-anak memiliki jiwa yang bebas yang justru akan menampilkan sisi terbaiknya dalam pengaturan waktu yang tidak ketat.

“Orangtua seharusnya peka pada apa yang dirasakan anak. Jika mereka tampak kelelahan dan stres, mungkin aktivitas itu terlalu banyak,”  ungkap Sandra.

Rate this article!
Tags:
author

Author: