Anggito Abimanyu Mundur, Ini Harapannya untuk Kemenag dan Dirjen Haji

Anggito abimanyu mundur

Dirjen Haji dan Umroh, Anggito Abimanyu melambaikan tangannya pada wartawan seusai mengajukan pengunduran dirinya.

Pewartaekbis.com — Terkait ditetapkannya Menteri Agama Suryadharma Ali sebagai tersangka korupsi dana haji oleh KPK, menyusul Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Anggito Abimanyu mundur dari jabatannya.

“Tadi baru dapat laporan dari setjen kemenag, bahwa jam 11 tadi menerima surat Dirjen Haji, Anggito Abimanyu yang menyatakan beliau mundur sebagai dirjen haji hari ini,” kata Menko Kesra Agung Laksono di Istana Cipanas, Jawa Barat, Jumat (30/5/2014).

Agung menjelaskan, alasan mundurnya Anggito karena pemberitaan di media massa yang menyebut KPK akan menetapkan mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan itu sebagai tersangka.

“Dengan alasan-alasan yang ada di surat itu, beliau minta persetujuan mundur karena kemungkinan seperti yang diberitakan di media dia akan menghadapi masalah hukum,” terang Agung Laksono.

Sebelum menyatakan pengunduran dirinya, Anggito menyampaikan harapannya untuk Kemenag dan khususnya untuk Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, sebagai berikut.

Pertama, penyelenggaraan ibadah tersebut segera memiliki payung hukum.

“Pertama, percepatan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengelolaan Keuangan Haji (PKH) karena itu akan memisahkan regulasi dan eksekusi sehingga mengurangi beban,’ kata Anggito di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (28/5/2014).

Kedua, reformasi harus terus berjalan dengan baik.

“Kita akan pastikan semua berjalan sesuai dengan reformasi yang ada. Tentu ke depan kita akan memisahkan antara unsur regulasi dan eksekusi supaya tidak rancu dan bebanya tidak berat,” tuturnya.

Ketiga, perlunya perubahan fundamental, menyeluruh, terorganisir pada penyelenggaraan Haji dan Umrah dan mindset orang-orang yang ada di dalamnya.

“Berat sekali sebuah institusi agama mengelola uang Rp8 triliun dalam setahun dan semuanya dilakukan dengan proses pengadaan. Dan saya yakin tidak ada institusi negara yang mengelola uang sebesar itu.”

“Perubahan pemikiran yang dimaksud yakni seluruh lembaga institusi jangan merasa haji adalah hak mereka. Jangan coba-coba mendapatkan mengambil manfaat dari ini,  karena haji adalah ibadah yang suci” paparnya.

Sementara itu, pasca pengunduran diri Kepala Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh (PHU) Kementrian Agama (Kemenag), Anggito Abimanyu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menunjuk Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam, Abdul Jamil menggantikan Anggito.

Agung laksono menambahkan, bahwa dengan adanya gejolak di Kementrian Agama ini masyarakat yang ingin menunaikan haji tidak perlu resah. Dia berjanji pelaksanaan haji tahun ini akan lebih baik.

“Masyarakat jangan khawatir. Kita bertanggung jawab dan kita akan bekerja lebih baik,” ungkap Agung.

author

Author: