Antisipasi Ebola, Pemprov Jabar Siapakan Tujuh Rumah Sakit Rujukan

ebola

BANDUNG — Virus Ebola sedang merebak di negara-negara Afrika dan telah menelan korban lebih dari 5.000 orang. Syukurnya, setelah melalui pemeriksaan laboratorium, pasien supect ebola asal madiun telah dipastikan negatif ebola. Balitbangkes Kemenkes telah memastikan, kedua pasien mengalami sakit sepulangnya dari negara terjangkit Ebola (Liberia). Kedua pasien termasuk diantara 28 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tiba di Indonesia pada 26 Oktober 2014 lalu.

Sesampainya di Bandara Sukarno Hatta, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) telah memeriksa seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang baru tiba dari Liberia. Berdasarkan pemeriksaan, tidak ada seorangpun dari mereka yang sakit. Sebagai tindak lanjut, para TKI diberi penyuluhan untuk waspada terhadap kesehatannya dalam 21 hari ke depan.

Namun, setelah beberapa hari, terdapat laporan keluhan demam dari TKI yang berasal dari Madiun dan Kediri dan tentu saja gejala demam tersebut belum tentu Ebola, bisa malaria atau penyakit lainnya namun demi kewaspadaan dan kehati-hatian, pihak RS mengambil tindakan dengan merawat pasien suspek Ebola itu di ruang isolasi. RS kemudian mengirimkan spesimen darah pasien untuk dikirimkan ke laboratorium Balitbangkes Kemenkes di Jakarta dan hasil pemeriksaan telah menyatakan negatif Ebola.

Memang, demam tinggi saja tidak berarti seseorang terjangkit virus Ebola karena setidaknya ada empat gejala yang harus ada untuk menjadi indikasi kuat seseorang terjangkit Ebola. Empat gejala tersebut, yaitu demam yang tidak diketahui penyebabnya, nyeri otot hebat, gangguan saluran pencernaan dan manifestasi pendarahan.

Sementara itu, Pemprov Jabar menyiapkan sarana dan prasarana untuk mengantisipasi masuknya Ebola ke Indonesia dengan mempersiapkan  tujuh rumah sakit rujukan. Di antaranya RS Garut, Cirebon, RS Rotinsulu, RS Hasan Sadikin, RS Sukabumi, dan Subang. Dimana ketujuh RS tersebut dulu pernah dipersiapkan untuk menangani pasien SARS.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, Alma Lucyati, pada, Senin (3/10). Selain menyiapkan sarana, bentuk kesiagaan Provinsi Jabar lainnya adalah menyiapkan tenaga medis dan masyarakat. Seperti pada saat musim haji, Dinkes Jabar memberikan penyuluhan terhadap semua jamaah haji yang akan diberangkatkan ke tanah suci. Akan tetapi, jika diketahui ada masyarakat yang suspect Ebola, pemeriksaan laboratoriumnya tetap ke pusat.

Tags:
author

Author: