Apa itu ATA Carnets dan Apa Keuntungannya Bagi Bisnis dan Perdagangan?

Penerapan ATA Carnet 2015 akan menguntungkan dunia bisnis Indoesia

Penerapan ATA Carnet 2015 akan menguntungkan dunia bisnis Indoesia

Pewartaekbis — Guna mempermudah arus  keluar masuknya barang-barang yang masuk ke dalam negeri sementara waktu Indonesia akan mengimplementasikan konsesi ATA Carnet. Pertanyaannya, apa sebenarnya itu ATA Carnet?

ATA Carnet merupakan sistem yang disepakati setelah dilaksanakannya Konvensi ATA di Istanbul pada 30 Juli 1963 dan diotorisasi oleh International Chamber of Commerce berupa perjanjian perizinan sementara atau paspor bagi perpindahan sejumlah barang tanpa membutuhkan surat jaminan, pajak maupun formalitas kepabeanan.

Seperti dikutip dari Bisnis.com, sistem ATA CArnet berlaku untuk barang yang masuk dalam tiga kategori utama, yaitu barang-barang contoh dan materi iklan, perlengkapan profesional, serta barang-barang yang digunakan untuk presentasi dalam pameran, pertunjukan, eksebisi dan acara lain yang serupa.

Selain proses perpindahan barang menjadi lebih mudah karena prosedurnya cukup sederhana, juga akan menjadi lebih murah karena menghilangkan beban kewajiban pembayaran Value Added Tax pada setiap kali memindahkan sebuah barang dari satu negara ke negara lainnya.

Barang-barang yang termasuk ke dalam daftar carnets memungkinkan untuk dilakukan ekspor dan impor sementara yang bebas pajak dalam jangka waktu hingga 1 tahun. Jika barang yang terdaftar dalam carnets melewati batas waktu maka akan dikenakan bea dan pajak.

Keuntungan ATA carnet

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) memprediksi sistem ATA Carnet siap diimplementasikan pada awal tahun depan dan diprediksi akan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) Wiryanti Sukamdani menyatakan penerapan ATA Carnet dapat ikut mendorong pertumbuhan pariwisata Indonesia dengan  keluar-masuknya kapal wisata yang diprediksi akan meningkat. Misalnya, yacht dan kapal pesiar yang mampu membawa wisatawan mancanegara hingga 2.000 orang dapat meningkatkan potensi ekonomi.

Hal serupa juga akan berlaku bagi produk-produk pameran, sehingga industri meeting, incentive, convention dan exhibition yang tengah digencarkan oleh pemerintah untuk menarik turis asing semakin bergeliat.

Tags: