Apakah Novel Bamukmin ‘FPI’ Benar Seorang Habib?

novel bamukmin

Jakarta~  Novel Bamukmin, salah satu tokoh FPI, resmi ditahan Polda Metro Jaya sejak hari Kamis (9/10). Sebelumnya, sosok yang dianggap sebagai dalang kerusuhan demo FPI menolak ahok ini ditetapkan sebagai salah satu buron polisi.

Seperti kejadian heboh di Jakarta lainnya, sejumlah media pun secara berkala melakukan liputan khusus terkait kasus Novel Bamukmin. Sebagian besar media yang melakukan pemberitaan menyebut jika Novel Bamukmin merupakan seorang habib atau keturunan Rosululloh Muhammad SAW yang telah memenuhi kriteria tertentu.

Habib Novel bin Muhammad Alaydrus di hadapan ribuan jamaah majelisnya pada hari Jumat (10/10) menyatakan jika Novel Bamukmin bukanlah seorang habib. Pernyataan tersebut disampaikan pemimpin Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhoh Solo tersebut saat mengklarifikasi anggapan sebagian orang yang menyebut dirinya sebagai buron polisi.

Senada dengan apa yang telah disampaikan Habib Novel bin Muhammad Alaydrus, Republika online pada hari ini (11/10) juga mewartakan ihwal Novel Bamukmin ‘FPI’ yang bukan merupakan keturunan Rosululloh SAW. Pewartaan Republika didasarkan atas wawancara mereka dengan Sayyid Zen Umar bin Smith, pimpinan Rabithah Alawiyah. Rabithah Alawiyah merupakan organisasi resmi pencatat keturunan Nabi Muhammad SAW di Indonesia.

Menurut Sayyid Zen Umar bin Smith, nama “Bamukmin” yang menjadi nama belakang Novel Bamukmin merupakan salah satu suku yang  berasal dari Yaman. Namun, suku tersebut tak memiliki garis keturunan dari nabi akhir zaman Nabi Muhammad SAW.

“Novel Bamukmin itu bukan sayyid apalagi habib,” ungkap Sayyid Zen bin Smith.

Selain karena faktor keturunan, Sayyid Zen bin Smith menyebutkan adanya kriteria khusus seseorang layak disebut habib. Kriteria yang dimaksud  antara lain akhlak yang baik, cukup matang dalam hal umur, harus memiliki ilmu yang luas, mengamalkan ilmu yang dimiliki, ikhlas terhadap apapun, wara atau berhati-hati serta bertaqwa kepada Allah.

Sayyid Zen bin Smith juga menyatakan himbauannya kepada segenap keturunan Rosululloh. Himbauan tersebut berisi anjuran untuk mengikuti semua aturan yang ada di tempat mereka tinggal.
“Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” imbau Sayyid Zen bin Smith

Tags:
author

Author: