Arahan Presiden Jokowi Terkait Alutista TNI dan Polri

tni

Pewartaekbis~ Bersama beberapa pejabat tinggi lain, Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu menggelar rapat kabinet terbatas (Ratas). Dalam pertemuan tersebut, dibahas alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. Pembelian helikopter AW 101 buatan Inggris-Italia  yang menuai kontroversi juga dibahas dalam rapat tersebut.

“Menekankan kembali baik yang berkaitan dengan kemarin saya membaca ada pembelian helikopter misalnya, dan juga pembelian-pembelian alat utama sistem persenjataan kita yang lain,” sebut Presiden Jokowi saat membuka rapat di Kantor Presiden, Jakarta.

Disebutkan oleh presiden,dibutuhkan alutsista terbaik bagi TNI AL, TNI AD maupun TNI AU serta Kepolisian.

“Dan saat ini hampir semua negara berlomba-lomba untuk memajukan teknologi pertahannya. Kita juga ingin mengupayakan membangun postur pertahanan TNI yang makin kokoh, makin lengkap dan makin modern,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, ada empat arahan yang diberikan oleh Presiden Jokowi. Pertama, pengadaan alutsista harus disesuaikan dengan kebutuhan.

 “Terutama yang tercantum dalam dokumen-dokumen postur kekuatan pokok minimal 2010-2024, renstra pertahanan 2015-2019 dan rencana induk industri pertahanan yang ditetapkan KKIP,” jelasnya.

Kedua, presiden meminta untuk proses pengadaan harus dilakukan dengan prinsip-prinsip akuntabilitas dan transparansi. Yang ketiga, pengadaan alutsista dilakukan untuk mewujudkan kemandirian industri pertahanaan Indonesia.

“Keempat, pengadaan alutsista ini harus memperkuat keterpaduan operasional antara sistem senjata antarmatra. Ini penting sekali, kalau nggak terintegraasi nggak keterpaduan, nanti akan jalan sendiri-sendiri.” Imbuhnya seperti diwartakan viva.co.id.

Tags:
author

Author: