Arak-Arakan Meriah “Wong Solo Dadi Presiden”

jkw

Solo~ Di kota asal presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi, ratusan masyarakat telah siap untuk mengadakan arak- arakan. Arak- arakan yang akan digelar hari ini, Senin 20 Oktober 2014, konon telah direncanakan jauh-jauh hari.

Sekitar pukul 08.00 WIB Pemerintah Kota Solo dan masyarakat Kota Solo sudah siap untuk ikut menyemarakkan pelantikan salah satu putra terbaik mereka menjadi orang nomor satu di ndonesia. Meski tanpa dihadiri Jokowi- JK, arak- arakan yang  dilakukan di sepanjang Jalan Slamet Riyadi tersebut tetap meriah.

Kemeriahan tersebut salahs atunya disebabkan oleh dilibatkannya kereta uap kuno bernama Jalatundra dalam arak- arakan menyambut dilantiknya Jokowi- JK di Kota Solo.  Kereta yang dijalankan dengan lokomotif bernomor C 1218 tersebut dulu digunakan Belanda untuk mengangkut rempah-rempah. Kereta buatan tahun 1896 yang sekarang menjadi kendaraan wisata ini juga pernah digunakan untuk moda transportasi jarak pendek oleh Belanda.

Berdasarkan pemaparan FX Hadi Rudyatmo yang menjabat sebagai Wali Kota Solo, kereta uap buatan Jerman tersebut sengaja dilibatkan karena dianggap sebagai representasi sejarah pangan Indonesia.

“Dulu kereta tersebut kan untuk mengangkut rempah-rempah dan bahan makanan. Jadi, kereta tersebut untuk mengingatkan Jokowi dan sesuai prioritas pemerintahan Jokowi-JK mendatang, yaitu pangan,” papar FX Hadi Rudyatmo kepada wartawan.

Selain kereta uap Jalatundra, masyarakat Solo melakukan arak- arakan menggunakan bus tingkat dengan nama Werkudara. Seperti kereta uap Jalatundra, bus Werkudara saat ini juga menjadi ikon wisata Kota Solo.

Berbagai bentuk spanduk dengan tulisan beraneka rupa juga dipasang oleh warga Solo. Sebagian besar dari spanduk tersebut berisi ucapan selamat dan kebanggaan atas terpilihnya Jokowi yang asli Solo menjadi presiden ke tujuh di Republik Indonesia.

Rencananya, arak- arakan akan berakhir di Bundaran Gladag. Di sana sudah menanti tujuh tumpeng yang akan dibagikan kepada masyarakat yang hadir. Sebelum dibagikan, tokoh agama akan membacakan doa terlebih dahulu

Di Bundaran Gladag telah siap tujuh tumpeng. Setelah doa bersama yang dipimpin oleh para pemuka agama, tumpeng dipotong dan dibagikan kepada warga yang hadir.

Tags:
author

Author: