Arbi Sanit: Kabinet Partisipatif Ala Jokowi Fatal dalam Demokrasi

kabinet jokowiPewartaekbis — Terkait kemenangan Joko Widodo sebagai presiden Indonesia, Jokowi Center dan Radio Jokowi melakukan survei dan polling jajaran kabinet untuk menyaring aspirasi masyarakat mengenai menteri-menteri alternatif pilihan rakyat.

Dalam akun resmi Jokowi Center tersebut, publik diminta berpartisipasi dalam memberi pandangan mengenai siapa yang cocok menjadi pembantu presiden dan wakil presiden pada periode mendatang.

Banyak kalangan menganggap langkah Jokowi ini sebagai bukti Jokowi mendengarkan aspirasi rakyat dan kabinetnya bebas dari kepentingan partai pendukung. Namun, pengamat Politik Senior Arbi Sanit menilai lain. Menurut ilmuwan politik berusia 75 tahun ini, munculnya wacana Kabinet Alternatif Usulan Rakyat (KAUR) yang digagas Jokowi Center merupakan kesalahan fatal dalam demokrasi.

” kalau penyusunan itu ditetapkan berdasarkan partisipasi langsung, buat apa dia jadi presiden?,” tegasnya, Jumat (25/7/2014).

Arbi mengatakancara-cara tersebut tidak wajar, lantaran penyusunan kabinet bukan lagi permainan rakyat. Staf pengajar Ilmu Politik Universitas Indonesia ini mengatakan, setelah pencoblosan usai, segala hal menyangkut pemerintahan dilakukan dengan kalangan elit.

“Kelihatannya seperti demokratis, padahal ini kekacauan demokrasi. Bukan menertibkan demokrasi. Ini sama saja menunjukkan bahwa Jokowi tidak bisa bermain dengan elit.” paparnya.

“Ini seperti kembali ke zaman Yunani, ” imbuh Arbi.

Di zaman Yunani kala itu,  lazim terjadi ketidaksepakatan  di kalangan elit.

Sebelumnya calon presiden terpilih, Joko Widodo mengajak masyarakat terlibat untuk menentukan siapa 34 calon menteri yang kompeten untuk pemerintahan ke depan melalui akun Facebook Jokowi Center.

Tags: