Aroma Sukses Rotiboy Menginspirasi Dunia Waralaba

rotiboy malaysia

Rotiboy cukup terkenal karena daya tarik aroma rasa kopi Meksiko, yang tercium dari jarak jauh sehingga menarik siapa saja yang melintasi gerai roti tersebut. RotiBoy merupakan produk bakery asal Malaysia yang didirikan pada bulan April 1998 di Bukit Mertajam, Penang oleh Hiro Tan mantan dosen di bidang ekonomi. Hiro Tanmemutuskan untuk membuka usaha toko roti sendiri dengan menawarkan roti dengan model tempurung dan berkulit renyah dengan rasa mentega yang khas.

Awalnya, roti ini memiliki harga yang relatif terjangkau. Oleh karena produk rotinya yang semakin populer, Hiro merasa menemukan peluang baru. Dia ingin beralih ke kolam yang lebih besar agar dapat menangkap ikan yang lebih besar. Hiro akhirnya memutuskan untuk pindah ke ibukota negara, Kuala Lumpur, kota penuh harapan. Pada tahun 2002, Hiro berhasil membuka Rotiboy outlet pertama di Kuala Lumpur tepatnya di Wisma Central, Jalan Ampang. Ini adalah tempat Rotiboy perdana. Dengan dibukanya gerai pertama, banyak bermunculan gerai waralaba. “Mexican bun” merupakan salah satu waralaba yang memulai pertumbuhan fenomenal dan berada pada puncak ketenaran.Outletnya mampu menjual sejumlah 20.000 roti per hari. Semakin hari semakin banyak gerai Rotiboy mulai menjamur, sepertiSuria KLCC, Midvalley, The Mines dan seterusnya. Di Malaysia,Rotiboy cukup diminati. Bahkan, ada beberapa toko roti yang mencoba meniru rasa dan bentuk yang mirip dengan Rotiboy.

Sasaran Rotiboy berikutnya yaitu negara-negara luar meliputi Singapura, Thailand, Indonesia, dan Cina dan ini ditarik dari ahli melalui sistem waralaba yang kuat. Targetnya adalah untuk mencapai tingkat pertumbuhan 100% setiap bulan.Indonesia merupakan negara pertama yang memperoleh hak waralaba untuk memasarkan produk dan merek RotiBoy. Keberhasilan ini merupakan jerih payah empat orang yang menjadi pemegang master franchise-nya, yaitu Melanie Muhidin (Lala), Noviana Budiman (Nana), Jullie Budiman, dan Liza Marina Sutanto.

RotiBoy di Indonesia bermula dari kunjungan Lala ke Malaysia dan sempat mencicipi roti itu. Oleh karena rasanya yang khas, Lala membeli Rotiboy sebagai oleh-oleh buat keluarga dan ketiga sahabatnya. Di lain waktu, Jullie yang melakukan perjalanan bisniske Kuala Lumpur juga menyempatkan mampir ke gerai Rotiboy dan membelinya untuk oleh-oleh. Dengan penciuman bisnisnya, Keempat wanita ini memutuskan untuk mendatangi Hiro Tan sang pemilik merek Rotiboy supaya dapat memperoleh hak waralabanya di Indonesia. Lala akhirnya menemui Hiro Tan di Kuala Lumpur dan mencoba meyakinkannya untuk membuka waralaba di Indonesia.

Hampir satu tahun, mereka berhasil meyakinkan Hiro. Pada bulan Mei 2004, Hiro secara resmi memberikan hak master franchise untuk Indonesia pada keempat wanita itu. Dengan modal Rp 1 miliar, gerai Rotiboy pertama buka di Menara BNI, dengan mempekerjakan 15 karyawan. Mereka butuh waktu 6 bulan buat mempersiapkan Rotiboy hingga siap dilaunching di Indonesia. Respons masyarakat sangat baik. Bahkan, ketika peluncuran terlihat antrean sangat panjang untuk bisa mencicipi Rotiboy.

Bahan bakunya dibuat di pabrik Rotiboy yang berlokasi di Kemanggisan, Jakarta Barat. Setelah 6 bulan berdiri, gerai Rotiboy kedua sudah bisa dibuka di Pasaraya Grande, Blok M Jak-Sel. Sekarang semua gerai Rotiboy memperoleh pasokan adonan dari dapur mereka yang dipindah ke Batu Ceper, Tangerang. Pabrik itu memiliki kapasitas produksi hingga 30 ribu unit per hari. Pasokan adonan didistribusikan untuk dipanggang oleh karyawan di masing-masing gerai. Sementara itu, resep dipusatkan di pabrik mereka untuk tetap menjaga keaslian resep.

Kini,di Indonesia Rotiboy semakin meroket dengan 31 gerai Rotiboy yang tersebar di berbagai kota di Tanah Air. Meskipun sempat mengalami masa suram, roti yang praktis disantap di manapun dan kapanpun ini semakin banyak ditiru oleh toko-toko lainnya. Menu roti dengan aroma kopi Meksiko dijadikan salah satu menu andalan di toko-toko roti tersebut.

Tags:
author

Author: