Aturan Baru Bagi Calon Pembeli Rusunami

rumah

Pewartaekbis~ Kabar menarik bagi Anda yang tengah merencanakan membeli rumah susun sederhana milik (Rusunami). Pasalnya, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sudah menandatangani Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 269/PMK.010/2015 tentang Batasan Harga Jual Unit Hunian Rumah Susun Sederhana Milik dan Penghasilan Bagi Orang Pribadi Yang Memperoleh Unit Hunian Rumah Susun Sederhana Milik.

Melalui aturan ini, unit hunian Rusunami yang perolehannya dibiayai melalui kredit/pembiayaan kepemilikan rumah bersubsidi harus memenuhi beberapa syarat. Sarat dimaksud antara lain luas untuk setiap hunian paling sedikit 21 meter persegi dan tidak melebihi 36 meter persegi.

Pembangunannya juga harus mengacu pada Peraturan Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat. Selain itu, rumah susun ini merupakan unit hunian pertama yang dimiliki, digunakan sendiri sebagai tempat tinggal dan tidak dipindahtangankan dalam jangka waktu sesuai aturan.

“Rusunami merupakan Barang Kena Pajak tertentu yang bersifat strategis yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai,” sebut Pasal 1 ayat (1) PMK seperti dikutip dari situs Setkab (14/1).

Sementara itu, pada Pasal 2 PMK Nomor 269/PMK.010/2015 disebutkan jika batasan harga jual tertentu sebagaimana dimaksud adalah tidak melebihi Rp 250.000.000 (dua ratus lima puluh juta rupiah). Pihak pembeli juga tidak memiliki penghasilan lebih dari Rp 7.000.000,00 (tujuh juta rupiah) per bulan.

“Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 8 Januari 2016,” tegas aturan tersebut.

Tags:
author

Author: