Australia: SBY dan Megawati tidak Terlibat Skandal Pencetakan Uang

jabatan presiden SBY diperpanjang

Pewartaekbis, Jakarta.
“Terdapat tujuh belas individu yang disebutkan oleh Wikileaks. Saudara-saudara, berita seperti ini cepat sekali beredar dan kemudian karena sangat sensitif, menyangkut kehormatan serta harga diri, maka saya ambil keputusan tadi pagi untuk mengeluarkan pernyataan. Terima kasih untuk kesediaan wartawan untuk meneruskan.

Pemberitaan Wikileaks dan Sindonews.com itu mencemarkan nama baik saya dan Ibu Mega. Pemberitaan seperti ini menimbulkan spekulasi dan kecurigaan terhadap Ibu Mega dan saya,” (Susilo Bambang Yudhoyono)

Kedutaan Besar Australia di Jakarta menegaskan, terkait dengan kasus pencetakan uang yang mengait-ngaitkan nama SBY dan Megawati, bahwa kedua tokoh politik Indonesia tersebut tidak terlibat dalam kasus terkait pencetakan uang.

“Pemerintah Australia menekankan bahwa presiden dan mantan presiden RI bukan pihak yang terlibat dalam proses pengadilan securency,” begitu pernyataan pers Kedubes Australia, Jumat (1/8/2014), dikutio dari detikcom.

Dijelaskan pula, dalam pernyataan tersebut,  pemerintah Australia memperoleh perintah pencegahan penyebarluasan informasi yang bisa memberi kesan adanya keterlibatan tokoh politik dalam kasus korupsi.

“Pemerintah Australia memandang bahwa perintah pencegahan tetap merupakan cara yang terbaik untuk melindungi tokoh politik senior dari risiko sindiran yang tak berdasar,” lanjut pernyataan pers tersebut.

“Ini merupakan kasus rumit yang telah berlangsung lama yang menyangkut sejumlah besar nama individu. Penyebutan nama-nama tokoh tersebut dalam perintah itu tidak mengimplikasikan kesalahan pada pihak mereka. Kami menyikapi pelanggaran perintah pencegahan ini dengan sangat serius dan kami sedang merujuknya ke kepolisian,” demikian penjelasan pernyataan pers yang dimuat di situs Kedubes Australia.

Presiden SBY kemarin (31/7) memberikan pernyataan terkait pemberitaan tak berimbang tersebut karena sama sekali tidak ada konfirmasi kepadanya.

Penyataan Pemerintah Australia itu terkait layangan protes yang dikirimkan Presiden Indonesia, SBY kepada pemerintah negeri Kanguru itu agar tegas memberi konfirmasi terkait kasus yang menvcemarkan nama baiknya dan presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. Dunia, khususunya Indonesia  dikejutkan berita dari Wikileaks yang selanjutnya dilansir oleh Sindonews.com, berjudul ‘Ungkap Dugaan Korupsi, Wikileaks Sebut SBY dan Mega’, menyatakan adanya dugaan korupsi besar-besaran di Asia yang mencantumkan  nama-nama termasuk SBY dan Megawati. Pemberitaan itu juga menyebut terjadi korupsi multijuta Dolar,

Disebutkan pula oleh Wikileaks bahwa pemerintah Australia harus meningkatkan pertahanan negaranya.

Tags:
author

Author: