Banyak Moge Tak Miliki Surat Resmi, Ini Alasannya

moge

Pewartaekbis~ Banyak orang yang takjub saat melihat barisan konvoi motor-motor gede alias moge. Namun, ternyata ada yang memprihatinkan dari kondisi moge di Indonesia. Seperti diungkapkan oleh Wakil Ketua Motor Besar Club Indonesia (MBCI), Lois Susanto, masih terdapat 40 persen dari total pemilik sepeda motor besar yang belum memiliki surat-surat.

Parahnya, kondisi tersebut ternyata sudah ramai menjadi perbincangan sejak tahun 1999.

“Sudah sejak tahun 1999 ini dibicarakan, namun terkait dengan biaya yang cukup mahal, maka hal itu tidak dilakukan pemilik moge. Biaya untuk menyuratkan kendaraan ini bisa lebih dari harga belinya,” sebut Lois seperti diwartakan Otomania.

Kepada wartawan, Lois juga menceritakan jika sudah beberapa kali pihak berwenang melalui Korlantas Polri melakukan pemutihan surat. Sayangnya, tidak seluruhnya berhasil karena ada kendala biaya yang dianggap masih terlalu besar.

“Kami yang selalau proaktif terhadap hal ini, kami sendiri yang mengajukan permohonan untuk bisa menyuratkan kendaraan ini, serta meminta untuk diberikan keringanan melalui pemutihan, namun tetap tidak juga diberikan. Kami sangat ingin tentunya untuk ikut membayar pajak,” lanjutnya.

Ditambahkan oleh pendiri MBC Jakarta, Alfa, di dunia moge bahkan muncul ungkapan ’lebih murah membeli motor yang ada suratnya, dibanding membeli sepeda motor bekas kemudian disuratkan’.

“Siapa juga yang tidak menginginkan kendaraannya bersurat sehingga bisa ikut membayar pajak. Itu merupakan suatu kewajiban, namun biayanya saja yang mungkin bisa dikurangi. Pernah pada tahun 2007 lalu terkumpul sekitar 3.000 motor untuk disuratkan, dan kami meminta biayanya di angka Rp 40 juta saja, namun usulan itu tidak diterima,” kata Alfa Alfa.

Tags:
author

Author: