Bayar Denda Rp60 Juta, Pesawat Asal Australia Dibebaskan TNI AU

sukhoi

Ambon~ Rabu kemarin (22/10) prajurit TNI AU menunjukkan kegagahannya. Menggunakan dua jet tempur Sukhoi, prajurit TNI AU sukses menyandera pesawat asing yang tak memiliki izin melintas. Pesawat yang dikendarai oleh pilot Graeme Jacklyn dan kopilot Richard MacLean ini tertangkap radar TNI AU dan tak mengindahkan peringatan yang diberikan lewat bandara Sam Ratulangi, Ambon. Oleh karena itu, dua Sukhoi dikerahkan untuk memaksa pesawat pribadi tersebut untuk mendarat guna menjalani pemeriksaan intensif.

Setelah beberapa hari menjalani pemeriksaan intensif, tadi pagi (25/10) pilot Graeme Jacklyn dan kopilot Richard MacLean akhirnya bisa melanjutkan perjalan lagi. Namun, mereka baru diizinkan untuk meninggalkan pangkalan Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi setelah melengkapi dokumen dan membayar denda sebesar 60 juta rupiah.

Kedua pria berkewarganegaraan Australia tersebut keluar dari guest house Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi tadi pagi, sekitar pukul 7.15 waktu setempat. Sebelumnya, petugas medis memeriksa kesehatan kedua ‘sandera’ TNI AU dalam penyergapan di udara tersebut.

Setelah dinyatakan bisa melanjutkan perjalanan, Graeme Jacklyn dan Richard MacLean langsung memeriksa kondisi pesawat kecil BeechCraft BE55 yang membuatnya ‘disandera’ prajurit TNI AU menggunakan jet tempur. Pemeriksaan tersebut dilakukan keduanya dengan kawalan ketat dari anggota TNI AU.

Berdasarkan pernyataan Komandan Lanudsri Manado Kolonel Penerbang Hesly Paat, seluruh dokumen yang diperlukan sudah dipenuhi. Dokumen yang dimaksud antara lain Security Cleareance, Diplomat Clearance, dan Flight Approved. Oleh sebab itu, mereka diizinkan untuk melanjutkan perjalanan.

“Sudah tidak ada masalah dan mereka bisa melanjutkan perjalanan. Mereka semua dalam kondisi baik dan sehat,” ungkap Hesly Paat.

Sementara itu, pembayaran denda pilot Graeme Jacklyn dan kopilot Richard MacLeandikemukakan oleh Pelaksana Harian Otoritas Bandara Udara Wilayah VIII Manado Syaifullah Siregar.

“Sudah mereka bayar sejak kemarin.” ucap Syaifullah Siregar.

Menurut keterangan Syaifullah Siregar tadi malam sebenarnya denda dan dokumen sudah diselesaikan oleh pria berkewrganegaraan Australia tersebut. Namun, pesawat mereka tak dilengkapi dengan instrumen night flight sehingga tak mungkin untuk terbang di malam hari. Selain itu, bandara yang dituju oleh Graeme Jacklyn sudah tutup.

“Sebenarnya tadi malam sudah selesai semua, tetapi pesawat mereka tidak dilengkapi dengan instrumen night flight. Dan juga bandara yang akan dituju tadi malam sudah close,” lanjut Syaifullah Siregar.

Tags:
author

Author: