BBM Bersubsidi Menipis, Pertamina Punya Dua Opsi

jiexpo

Pewartaekbis.com~ Pergilah ke SPBU manapun di penjuru Indonesia di jam-jam sibuk hari ini (26/8), Anda akan mendapati antrean panjang mobil dan motor . Jika pemandangan tersebut tidak Anda dapati, bisa dipastikan SPBU yang bersangkutan telah kehabisan BBM bersubsidi.

Terkait dengan kelangkaan BBM bersubsidi di SPBU, pihak Pertamina menyatakan lembaganya terpaksa membatasi jatah penjualan di SPBU karena kuota BBM bersubsidi yang kian menipis. Data dari Pertamina menyebutkan, saat ini pasokan premium tinggal 10 juta kl atau 29 persen dari total kuota. Sementara itu, solar hanya tinggal 5,5 juta kl atau 33 persen dari total kuota. Jumlah tersebut harus dibagi untuk 140 hari di lima ribu SPBU seluruh Indonesia.

Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir dalam jumpa pers (24/8) menyebutkan dua opsi yang dimiliki Pertamina terkait kelangkaan BBM bersubsidi. Opsi pertama, menyalurkan BBM bersubsidi secara normal dengan konsekuensi kuota BBM bersubsidi habis sebelum akhir tahun. Opsi yang lain, mengatur volume penyaluran setiap harinya sehingga kuota BBM bersubsidi bisa cukup hingga akhir tahun. Opsi terakhir inilah yang saat ini diberlakukan.

“Untuk tetap menjamin ketersediaan BBM di masyarakat, Pertamina menyediakan BBM nonsubsidi yang meliputi Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan solar nonsubsidi,” ucap Ali Mundakir.

Tags:
author

Author: