Begini Kronologi Diunggahnya Video kekerasan Siswa SD di Bukittinggi

kekerasan anak SD bukittinggi

Pewartaekbis — Sedang marak diberitakan dan dibahas oleh banyak pihak, video berjudul “Kekerasan Siswa SD” yang diunggah ke Youtube oleh akun Bukittinggi.Info. Video berdurasi kurang lebih 2 menit itu mempertontonkan seorang bocah perempuan berseragam SD di bully dan dikasari oleh lima temannya di ruang kelas.

Bagaimana kejadian itu bisa merebak di situs Youtube? Siapa merekam kejadian itu? Serta siapa pula yang mengunggah hasil rekaman ke jaring sosial?

Kronologi kejadian tersebut berawal pada awal Oktober 2014. Ketika itu  di ruang kelas SD Perwari Bukittinggi terjadi insiden kekerasan yang memrihatinkan itu. Siswi kelas IV berinisial DAN menjadi korban kebrutalan teman-teman kelasnya. Aksi  penganiayaan itu direkam oleh siswa berinisial A dan W yang berada di dalam ruang kelas.

Video amatir rekaman kejadian itu ditunjukkan kepada seorang guru bernama Romi. Guru tersebut kemudian menyalin video tersebut dan menujukkannya kepada tokoh masyarakat bernama Febby Datuk .

Video sempat disimpan selama tiga hari oleh Febby dan hanya menjadi koleksi pribadi. Maksud Febby adalah menunggu, apakah kasus tersebut akan muncul ke permukaan. Ternyata hingga tiga hari berselang, tidak ada pihak yang mengusutnya. Kahirnya tokoh yang pernah maju sebagai caleg DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengunggah video itu ke akun Facebook.

Video yang diunggah di jejaring sosial Facebook kemudian diunggah oleh Fadhil, teman Febby. Fadhil yang memiliki akun Bukittinggi.Info selanjutnya menggunggah video ke Youtube. Video di akun Fadhil inilah yang berhasil menyebar luas secara viral dan menarik perhatian masyarakat serta media massa.

Semalam, Febby, Fadhil, dan Romi sendiri sudah dimintai keterangan oleh penyidik polisi di Mapolres Bukittingi. Mereka diperiksa bersamaan selama dua jam. Selain ketiganya, penyidik juga meminta keterangan petinggi di SD Perwari.

Setelah penyidikan, Fadhil mengaku kepada awak media bahwa memang ia sengaja mengunggah video tersebut agar lebih banyak ditonton. Menurutnya, penganiayaan tersebut agar lebih lebih cepat diusut oleh pihak yang berwajib karena sudah diketahui oleh orang banyak.

Alasan Febby tak jauh berbeda dari Fadhil. Ia  menyatakan kasihan kepada korban dan beranggapan kasus serupa akan terulang bila tak segera ditangani.

“Tujuan saya mengunggah video tersebut agar kasus serupa tidak terulang. Meski saya tidak mengenal korban, terus terang saya kasihan melihat dia dianiaya begitu,” ujar Febby.

Seperti dilansir dari okezone, disinggung mengenai ancaman hukuman karena menyebarkan video tersebut, Febby mengaku tidak ambil pusing. “Silakan kalau mau menuntut, saya tidak masalah, ini demi kemanusiaan. Bukan saja demi anak-anak, tapi demi pendidikan di Indonesia,” pungkasnya.

Tags: