Berkenalan dengan Fien Andriani, Tuna Netra yang Berkarier di Bank Internasional

fien andriani

Fien Andriani yang sukses berkarir di standard chartered seperti orang normal

Pewartaekbis — Setiap orang dapat mengoptimalkan kemapuan terbaiknya untuk berkarir. Tak terkecuali seorang penyandang disabilitas misalnya seorang tuna netra. Bukan berarti disabilitas yang dimilikinya menjadikan orang tersebut tidak mampu bekerja dengan baik dan profesional. Hal itu dibuktikan seorang penyandang tunanetra yang justru dapat berkarir normal di sebuah kantor perbankan swasta di Indonesia.

Namanya adalah Fien Andriani, Sekretaris Direksi Divisi Corporate Real Estate Services (CRES) Standard Chartered Bank (SCB) Indonesia. Bahkan selain Fien, terdapat terdapat sedikitnya 7 penyandang tunanetra lain yang bekerja secara profesional di sana seperti leiknya keryawan tanpa disabilitas.

“Kami bekerja seperti biasa yang dilakukan oleh pekerja normal lainnya. Memakai peralatan yang sama, seperti komputer sama dengan lainnya,” kata Fien Adriani, wanitakelahiran Batang, Jawa Tengah, 25 Desember 1970 ini, saat ditemui di sela-sela Munas VIII Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) di Jakarta, Rabu (27/8/2014).

Wanita dengan disabilitas tunanetra yang ternyata juga menguasai Bahasa Inggris selain Bahasa Jerman ini,  bergabung dengan bank Asing itu sudah sejak 2008. Di SCB Fien  pun bekerja secara profesional layaknya seorang sekretaris direksi. Dia menyiapkan agenda sang bos, jadwal meeting, pemesanan tiket, atau hotel kalau ada tugas ke luar negeri.

“Terkadang saya juga menjadi notulen kalau ada rapat direksi,” ungkap sarjana Bahasa Jerman dari satu perguruan tinggi swasta di Bandung ini.

“Sekarang saya lagi memperdalam Bahasa Mandarin,” ungkapnya.

Fien juga menjelaskan, ketika bekerja, dia dibantu oleh perangkat komputer yang disebut dengan screen reader atau pembaca layar.

“Screen reader berfungsi membacakan semua objek yang ada di layar komputer. Kami yang tidak bisa melihat dengan mata, mengandalkan pendengaran untuk mengerjakan sesuatu,” ujarnya.

Country Head, Corporate Affairs SCB Indonesia, Arno Kemaputra  menambahkan kantornya dilengkapi dengan dengan fasilitas untuk penyandang tunanetra.

Arno mengakui bahwa seluruh karyawan SCB, termasuk yang disabilitas seperti penyandang tunanetra, tidak ada perlakuan khusus. Semua bekerja secara profesional sesuai dengan bidang masing-masing.

Tags: