Bitcoin Hingga Kini Masih Menjadi Kontroversi Dunia

bit

Jakarta – Penggunaan Bitcoin atau uang digital hingga kini ditentang banyak negara. Kontroversi penggunaan uang digital ini disebabkan dalam proses transaksinya tidak menggunakan perantara atau tanpa bank dan tidak dikenakan biasa komisi atau biaya administrasi. Selain itu, setiap pembeli atau penjual juga tidak perlu memberikan nama asli, sehingga dikhawatirkan bisa disalahgunakan.

Dilansir dari Detik.com, pemerintah Swiss mengizinkan penggunaan mata uang digital atau yang biasa disebut dengan Bitcoin meski banyak negara menentang penggunaan uang digital ini.

Pada 2015 lalu, pemerintah Indonesia melalui Bank Indonesia (BI) dengan tegas menyatakan Bitcoin bukan alat pembayaran yang sah. Di Indonesia Bitcoin memang pernah dijual via iPaymu di gerai Indomaret. Sistem iPaymu ini terhubung dengan 10.000 gerai Indomaret di seluruh Indonesia. Tetapi sistem tersebut kini sudah tidak lagi beroperasi sejak 4 September 2014.

Penjualan Bitcoin di Indomaret hanya terjadi dalam waktu singkat. Hal ini diawali munculnya kasus peledakan bom di Mall Alam Sutera pada 2015. Dimana pelaku bom, Leopard Wisnu Kumala mengancam pihak manajemen mal dan meminta bayaran sebanyak 100 Bitcoin.

Setelah bom meledak, pelaku mengirim email pemerasan kepada manajemen mal yang berisi permintaan untuk mentransfer sejumlah dana lewat Bitcoin. Hal ini pun menambah kehawatiran penggunaan uang digital. Oleh karena itu, sistem ini pun segera dihapus, agar tidak terjadi penyalahgunaan lanjutan.

Tags:
author

Author: