BPA Diklaim Sebagai Bahan Kimia yang Mempengaruhi Sistem Reproduksi Wanita

 

hamil

Jakarta – AS Food and Drug Administration menyatakan  tingkat BPA dalam wadah makanan masih terbilang aman. Tetapi, survei nasional yang representatif membuktikan, lebih dari 90 persen orang Amerika terkena paparan BPA dari tingkat rendah hingga tinggi.

Paparan BPA diketahui dapat diminimalkan dengan mengurangi konsumsi makanan kalengan dan menggantinya dengan makanan segar, atau mengganti wadah plastik dengan kaca atau logam.

Dilansir dari Kompas.com, BPA diklaim sebagai bahan kimia yang mempengaruhi sistem reproduksi wanita. Hal ini disebabkan, BPA mampu meniru estrogen dalam tubuh, sehingga diyakini dapat mengganggu pembuahan dan implantasi sel telur dalam rahim.

Peneliti dalam Journal of Endocrinology Clinical and Metabolism mencoba untuk menemukan cara agar efek reproduksi pada BPA bisa dikurangi. Bahaya BPA diketahui bisa menghidupkan dan mematikan gen tertentu dan kedelai bisa mencegah BPA untuk melakukannya.

Pemimpin studi Harvard School of Public Health-Nutrition, Chavarro di Boston mengungkapkan, uji coba yang dilakukan pada hewan pengerat menunjukkan bahwa kedelai juga berinteraksi dengan reseptor estrogen. Sehingga, bisa mengimbangi atau mengurangi efek buruk dari BPA.

Chavarro mengatakan, pihaknya ingin menindaklanjuti hasil eksperimen pada hewan pengerat. Hal ini dikarenakan, efek reproduksi yang merugikan dari BPA dapat dicegah dengan menempatkan tikus pada diet berbasis kedelai.

Oleh sebab itu, peneliti ingin menindak lanjuti eksperimen ini untuk melihat apakah interaksi yang sama terjadi pada manusia.

Dari 239 perempuan yang menjalani siklus fertilisasi antara 2007 dan 2012 hampir tiga perempatnya mengatakan, mereka cukup sering mengonsumsi kedelai baik dalam bentuk camilan, tahu, mi so, buger kedelai atau olahan kedelai lainnya.

Hasilnya, saat tingkat BPA pada urin meningkat, mereka perempuan yang rutin mengonsumsi kedelai, meningkatnya kadar BPA ini tidak mempengaruhi kesuburan mereka.

Sementara para wanita yang tidak makan kedelai memiliki kesempatan yang lebih kecil untuk dibuahi dan hamil.

Tags:
author

Author: