Canggihnya Air Force One ala Pesawat Kepresidenan RI

Akhirnya setelah tertunda satu tahun, keinginan pemerintah Indonesia untuk memiliki pesawat kepresidenan sendiri  terpenuhi juga. Pesawat kepresidenan jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) tersebut siap  mengantarkan SBY dan presiden terpilih kelak dalam mengemban tugas negara baik ke dalam maupun luar negeri.


BBJ2 tiga

Pesawat RI 1 jenis Boeing Bussiness Jet 2 Green Aircraft (BBJ2) tersebut dibeli Indonesia seharga US$91,2 juta atau sekitar Rp820 miliar, dengan rincian US$58,6 juta untuk badan pesawat, US$27 juta untuk interior kabin, US$4,5 juta untuk sistem keamanan, dan US$1,1 juta untuk biaya administrasi.

RI memilih BBJ2 sebagai pesawat kepresidenan karena dua alasan. Pertama, dari segi operasional, para pilot di dalam negeri, termasuk pilot TNI AU, lebih mengenal pesawat jenis Boeing. Kedua, dari segi perawatan, Indonesia lebih siap dan mampu merawat Boeing ketimbang pesawat merek lain. Ini karena Boeing telah banyak digunakan untuk penerbangan VVIP berbagai negara di dunia.

Seperti dikutip dari Jet Advisor, Kamis (10/4/2014), BBJ merupakan produk hasil usaha patungan Boeing dengan General Electric (GE). Usaha patungan itu memang sengaja dibentuk demi menciptakan pesawat dengan performa unggul seperti yang kini dimiliki oleh pesawat  “Air Force One” ala Indonesia.

Adapun untuk mendukung keamanan presiden saat melakukan perjalanan dinas baik di dalam atau luar negeri, pesawat Kepresidenan Boeing Bussiness Jet 2 Green dilengkapi sistem yang canggih.

“Desain ini pertama untuk mengakomodir perjalanan dan staf presiden. Untuk keselamatan juga sudah dipertimbangkan, pesawat ini punya sistem keamanan yang tidak dimiliki pesawat biasa, misalnya ada ancaman peluru kendali, ada sensor yang memberikan warning dan ada langkah yang harus dilakukan pilot pesawat jika itu terjadi,” kata Mensesneg Sudi Silalahi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (10/4/2014).

Fitur-fitur Unggul Pesawat Kepresidenan RI

BBJ2 dua

Pesawat BBJ2 ini memiliki tenaga kuda yang tangguh. Pesawat megah itu digerakkan dua mesin turbofan General Electric/Snecma (CFMI) CFM56-7. Masing-masing mesin tercatat bertenaga 27.300 lbs.

Pesawat yang juga dikenal sebagai generasi 737-800 ini memang berukuran 19,2 kaki lebih panjang dibandingkan jenis 737 yang telah sukses sebelumnya. Boeing 737-800 itu juga dapat melaju sejauh 5.750 mil laut dengan kecepatan Mach 0,82.

Kokpit BBJ2 dilengkap dengan sistem avionik digital Honeywell dengan tiga ORS dan komputer pendataan penerbangan ganda. Panel pesawat diletakkan di tengah enam monitor LCD EFIS berukuran besar.

Kokpit canggih BBJ2 juga dilengkapi FMS ganda, Rockwell Collins Series 900 VHF comm/nav ganda dengan DME, HF comms, ADF, GPS, MLS dan radar cuaca tipe WXR-700X weather radar. Salah satu model terbaru Flight Dynamics HGS 2000 HUD juga melengkapi kemewahan pesawat tersebut.

Dirancang demi menjaga kenyamanan penumpangnya, BBJ2 sangat mirip dengan B737. Keduanya sama-sama memiliki sayap rendah, mesin yang diletakkan di bawah sayap dan pendaratan yang sempurna di gigi tiga.

Pesawat itu juga mampu menempuh jarak yang sangat jauh mengingat BBJ2 dilengkapi sembilan tangki bahan bakar tambahan.

Kabin BBJ2 dapat menampung 60 penumpang dengan konfigurasi yang luas. Meski demikian, kabin pesawat dioptimalkan hanya untuk delapan penumpang dan memberinya ruang lebih luas.  Pesawat yang mengundang decak kagum para pebisnis aviasi ketika pertama kali dipamerkan pada tahun 2012 itu, memiliki ruang interior yang berukuran 25% lebih luas dengan kapasitas bagasi ganda.

Berbicara soal desain interior BBJ2, tak diragukan lagi, para penumpang bisa langsung merasakan kemewahannya. Desain interior yang megah dan mewah juga menjadi bagian dari tingginya harga BBJ2.

Kelebihan lainnya, salah satu fitur pesawat tersebut adalah ruang pertemuan yang unik dan lengkap. Di dalamnya, para penumpang juga dapat menggunakan kamar mandi berukuran besar lengkap dengan shower.

Tak hanya itu, kamar lengkap dengan tempat tidurnya juga disiapkan guna menjamin kenyamanan tidur penumpang. Bepergian menggunakan BBJ2 bagaikan membeli apartemen pribadi.

 

Tags:
author

Author: