Cara PSI Peringati Hari Toleransi Sedunia

psi

Jakarta~ Ada banyak cara untuk memperingati Hari Toleransi Sedunia yang jatuh pada hari ini, 16 Novemer 2015. Dewan Pimpinan Nasional Partai Solidaritas Indonesia (DPN PSI) misalnya, partai baru ini memperingatinya dengan meminta pemerintah Indonesia agar menetapkan “intoleransi” sebagai ancaman nasional.

Disampaikan oleh Sekjen DPN PSI, Raja Juli Antoni, menyampaikan beberapa pernyataan sikap partainya dalam jumpa pers. Pertama, tidak ada pilihan lain bagi pemerint Indonesia untuk menetapkan “intoleransi” sebagai ancaman nasional.

Sikap kedua, Kementerian Dalam Negeri,  Kementerian Hukum dan HAM dan seluruh instansi terkait, diminta untuk segera menertibkan seluruh Peraturan Daerah yang bersifat intoleran.

Ketiga, PSI juga mengimbau agar Pilkada serentak yang akan berlangsung 9 Desember 2015 mendatang tidak menggunakan isu-isu SARA sebagai argumentasi politik. Penyelenggaraan Pemilu harus tegas melakukan diskualifikasi para calon yang terbukti menggunakan isu SARA dalam kampanye.

Sikap keempat, Hari Toleransi Sedunia juga menjadi sebuah media edukasi bagi seluruh warga dunia dalam mengakui dan menghargai hak serta keyakinan orang lain. Selain itu juga menjadi bentuk perlawanan dari sikap ketidakadilan, penindasan, rasisme, diskriminasi, hingga kebencian yang mengatasnamakan golongan agama tertentu.

Adapun yang kelima, PSI menyatakan berdiri di garis depan untuk melawan praktik intoleransi.

“Praktik separatisme yang akan mencerai-beraikan ikatan kebangsaan yang termaktub dalam cita-cita Proklamasi. Intoleransi adalah pemberontakan terhadap konstitusi negara berdaulat. Intoleransi adalah kejahatan kemanusiaan. Karenanya harus dihapuskan dari kamus kehidupan Bangsa Indonesia.,” sebut Juli Antoni seperti diwartakan Antara News.

Tags:
author

Author: