Cerita Walikota Risma untuk Ketua MPR

ilustrasi

ilustrasi

Surabaya~ Ajang Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di kampus C Universitas Airlangga (Unair) Surabaya beberapa waktu lalu dimanfaatkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk bercerita banyak hal ke  Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

Dalam acara tersebut, walikota perempuan pertama di Surabaya itu memeaparkan pengalamannya dalam menangani persoalan. Salah satunya tentang stok darah warga Surabaya dikirim ke Jakarta untuk membantu warga ibu kota yang terkena demam berdarah.

“PMI di Surabaya menggalang donor darah sampai ke kelurahan-kelurahan. PMI kita juga dibutuhkan daerah lain,” sebut Risma.

Ia juga menceritakan pengalamanannya dalam penanganan Bonek-pendukung Persebaya. Saat mereka sedang mensweeping kendaraan pelat N, Risma berada di tengah-tengah massa.

“Saya coba ikuti mereka. Bahkan saya pernah kena gas air mata. Saya ingatkan mereka (bonek), Loh rek musuhmu kok bongsomu dewe. (Loh musuh anda kok dari bangsa sendiri),” tambahnya.

Di hadapan Ketua MPR, Risma mengakui dirinya bukan ahli hukum tata negara. Namun, ia menyatakan setuju dengan gagasan 4 pilar yang disampaikan Ketua MPR.

“Surabaya dulu kota pelabuhan, sehingga banyak suku bangsa dari daerah lain di Indonesia ada di sini,” tambahnya.

Menurut Risma, membangun Bhinneka Tunggal Ika sudah dilakukan Risma di lingkungan Pemkot Surabaya.

“Ini bukan by design. Pejabat saya ada dari Sabang sampai Merauke. Ada yang dari Aceh, Palembang. Asisten II saya dari Pontianak. Kepala Pemadam Kebakaran dari Ambon. Kabag Humas dari Papua,” katanya.

Rate this article!
Tags:
author

Author: