Ciputra Investasi Apartemen Rp.750 Miliar di Makasar

apartemen Vida view makasar

Salah satu kamar di apartemen Vidaview makassar

Pewartaekbis, Makassar — Indonesia timur masih cukup bersinar dengan prospek sektor properti. Prospek ini ditangkap oleh Grup pengembang property Ciputra untuk berinvestasi hunian vertikal di Gerbang Indonesia Timur, Makassar. Ciputra Grup menggelontorkan dana investasi sebesar Rp750 miliar untuk hunian vertikal di Makassar tersebut.

Seperti disampaikan project manager Vidaview, Grup Ciputra menggandeng kemitraan dengan pengusaha lokal Galesong, Kris Suryanto di Makassar untuk proyek Apartemen tersebut. Hal ini mengingat permintaan hunian vertikal di pasar Indonesia Timur sangat baik.

Tercatat sebanyak 95% dari tower pertama dan 50% tower ke dua dari proyek yang diluncurkan 2012 dan 2013 lalu sudah diserap pasar. Atas keberhasilan itu, direncanakan tower ke tiga akan dibangun tahun depan.

“Saat ini kami masih mengedukasi pasar, kondisinya seperti Jakarta tahun 90’an,” jelas Kris, Jumat (11/7/2014).

Kris menambahkan, Apartemen sangat cocok digunakan sebagai  investasi uang, terbukti dari harga perdana yang ia tawarkan Rp275 juta di akhir 2012 hingga saat ini harga unit yang ditawarkan sudah merambat naik di level  Rp360 juta.

“Harga apartemen di Makassar stabil berkisar Rp500 juta hingga 2016,” ungkapnya.

Selain itu, dari catatan penjualan terlihat bahwa kebanyakan pemesan yang membeli apartemen Vidaview berasal dari Makassar, disusul dari Jabodetabek serta kota besar lain di Indonesia.

Menurut Kris, dari profil pembelinya terlihat ekonomi masyarakat di Indonesia Timur sangat kuat, tercatat 25% pembelian Vidaview dilakukan dengan tunai, sedangkan lebih dari 50% pembeli dengan Kredit Kepemilikan Properti II yang mensyaratkan uang muka 30% dari harga.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, pihaknya optimistis proyek ekspansi pembangunan hunian vertikal di Indonesia Timur ini akan terus digulirkan.  terlebih lagi, Vidaview merupakan apartemen pertama yang digarap grup Ciputra di luar pulau Jawa.

Keyakinan project manager Ciputra tersebut karena saat ini pasokan yang tersedia baru 4.000 unit dan 2.000 unit di antaranya masih akan tumbuh.

“Mereka adalah orang-orang yang sudah mengerti tentang nyamannya tinggal di apartemen,” jelasnya.

Untuk itu, ia menargetkan pada 2017 edukasi pasar telah selesai dilakukan dan hunian vertikal dapat diterima. Ketika itu, pihaknya akan berekspansi lebih luas.

Apartemen pertama grup Ciputra di luar pulau Jawa ini juga menghadirkan 52 kantor toko (Kanto), dengan 7 lantai parkir yang dapat menampung 1.000 unit mobil.

Tags:
author

Author: