Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar Menurut Tafsir Ulama Al Quran

Lailatul Qadar 2

Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu dari jutaan rahmat yang dilimpahkan Allah SWt di bulan Ramadan. Lailatul Qadar menjadi sangat istimewa karena apabila seseorang muslim istiqamah beribadah kemudian menjumpaimalam tersebut, akan dilipatgandakan pahalanya lebih baik daripada seribu bulan atau 83 tahun lebih.

Namun, tak ada seorang pun yang tahu kapan tamu agung itu akan datang. Hanya Allah SWT yang mengetahui kapan malam yang lebih baik dari 1.000 bulan itu akan menghampiri hambanya.Rasulullah SAw saja hanya diberitahu tanda-randa atau bagaimana agar umat Islam bisa mendapatkannya. Tak ada satu pun keterangan hadis yang bisa memastikan kapan datangnya malam lailatul Qadar.

Terlebih, sebagai tamu agung, Lailatul Qadar hanya dianugerahkan kepada orang-orang yang mendapat taufik dan beramal saleh pada malam itu. Hikmahnya, supaya orang-orang yang beriman semakin giat mencarinya sepanjang hari, khususnya pada malam-malam sepuluh terakhir Ramadhan.

Terkait dengan tanda-tanda fisik yang populer di kalangan masyarakat mengenai tanda-tanda kehadiran malam agung itu, Syeikh Yusuf al Qaradhawi mengatakan bahwa  tanda-tanda fisik  tersebut tidak dapat memberikan keyakinan tentang Lailatul Qadar, apakah tejadi atau tidak pada suatu malam. Secara logika saja, karena lailatul Qadar terjadi di negeri-negeri yang iklim, musim, dan cuacanya berbeda-beda.

Dikutip dari situs eramuslim, bisa jadi ada diantara negeri-negeri muslim dengan keadaan yang tak pernah putus-putusnya turun hujan, padahal penduduk di daerah lain justru melaksanakan shalat istisqo’.

Negeri-negeri itu berbeda dalam hal panas dan dingin, muncul dan tenggelamnya matahari, juga kuat dan lemahnya sinarnya. Karena itu sangat tidak mungkin bila tanda-tanda itu sama di seluruh belahan bumi ini. (Fiqih Puasa hal 177 – 178)

Prof Nasaruddin Umar juga menambahkan, bahwa Lailatul qadar itu memiliki banyak hikmah bagi kaum mukminin. Menurut ulama di Kementrian Agama Ri itu, Lailatul Qadar bisa diartikan secara fisik bahwa betul-betul memang malam itu ada sesuatu yang istimewa.

Menurut dia, pada malam itu Malaikat turun berbendong-bondong sangat luar biasa dan hanya pada malam dan hari itu. Adalagi yang memaknai lailatul qadar simbolis sesungguhnya. Laila artinya malam, malam bisa berarti keheningan, kesyahduan, kepasrahan, tawakal, kerinduan, kehangatan, termasuk juga kekhusyukan.

Sebagaimana banyak dijelaskan dalam berbagai buku sejarah, termasuk Sirah Nabawiyyah, Lailatul Qadar itu hanya terjadi sekali dalam setahun, yakni hanya pada bulan Ramadhan. Dan itupun, waktunya tidak ditentukan. Ada yang berpendapat, terjadi di malam ganjil pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Pakar hadis, Dr Lutfi Fathullah MA mengungkapkan, karena begitu mulianya Laailatul Qadar, Rasulullah saw mengajak seluruh sahabatnya, istri-istrinya sampai kepada pembantu-pembantunya untuk memperbanyak ibadah.  Karena itu, ketika istri-istri Rasulullah diminta untuk mencari Lailatul Qadar, Aisyah RA  berkata, Ya Rasulullah bagaimana kalau saya yang mendapatkan? Apa yang harus saya baca? Minta rumah, minta kekayaan atau minta yang lainnya?

Rasulullah mengajarkan Asiyah ra untuk membaca doa,  ”Allahumma innaka afuwwun karim tuhibbul afwa fa’fu anni (Ya Allah Engkalau Yang Maha Pengampun Lagi Maha Pemurah, Engkau senang mengampuni hamba-hambaMu karena itu ampunilah dosa-dosaku).”  Semoga, kita dipertemukan dengan malam Lailatul Qadar.

Jadi, hikmahnya adalah dengan tidak mengetahui secara pasti kapan datangnya, dapat mendorong umat mukminin untuk memperbanyak amal ibdah di sepuluh hari terakhir tanpa memilah-milah mana malam ganjil atau tidak. Karena yang peling penting adalah keistiqamahan atau konsistensi ibadah di dalam bulan Ramadan sehingga layak mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar.

Tags: