Dalam Waktu 10 Hingga 15 Tahun Lagi Proyek JSS Akan Tertunda, Kenapa?

jem

Jakarta – Sebelumnya, di akhir masa tugas pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu jilid II telah memberi sinyal lebih mendukung kehadiran tol laut dibanding Jembatan Selat Sunda (JSS) yang sudah lama dipersiapkan. Tol laut adalah konsep yang diusung Presiden terpilih Joko Widodo untuk mewujudkan keterhubungan antar wilayah Indonesia.

Sebagai mana diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian, Chairul Tanjung menegaskan, “tahap pembangunan JSS sejauh ini studinya masih dasar sekali. pemerintah menyerahkan nasib kelanjutan realisasi JSS pada pemerintah baru,” ujarnya saat ditemui di Universitas Indonesia (UI) Salemba, Jakarta, Selasa (9/9).

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Andrinof Chaniago mengatakan, Presiden Jokowi menyimak perkembangan mega proyek ratusan triliun rupiah yang menghubungkan Jawa dan Sumatera ini.

Akan tetapi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tidak memasukkan Jembatan Selat Sunda sebagai proyek infrastruktur prioritas, paling tidak jembatan ini belum bisa dibangun dalam 10-15 tahun ke depan.

Beberapa alasan yang mendasari proyek ratusan triliun rupiah ini tidak masuk dalam program infrastruktur yang dibangun dalam pemerintahan Jokowi-JK, diantaranya hingga saat ini tidak pernah ada pernyataan dari Bapak Presiden akan memajukan rencana proyek JJS ke dalam program proyek infrastruktur.  Dan Presiden Joko Widodo sendiri khawatir proyek ini akan mematikan identitas Indonesia sebagai negara maritim.

Berikutnya, jika proyek jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera ini jadi dibangun, itu malah bersebrangan dengan program pemerataan pembangunan dari Sabang sampai Merauke.  Maka, secara tidak langsung dibangunnya jembatan ini akan semakin memperburuk keadaan kurang pasok perumahan (backlog) yang mencapai 15 juta unit.

Andrinof menganalisis, sebuah mega proyek akan bisa mendongkrak harga lahan yang nantinya berimbas pada mahalnya harga rumah. Apalagi konsesi proyek tersebut dikuasai oleh perusahaan besar. Menurutnya akan semakin sulit masyarakat berpenghasilan rendah untuk bisa membeli rumah.

Andrinof melanjutkan, daripada membangun JSS, pemerintah berencana akan memberdayakan sektor maritim dengan mengembangkan perhubungan Laut. Upayanya, dengan cara membangun dermaga-dermaga, atau menambah kapal baru dengan mengganti kapal yang sudah usang.

Tags:
author

Author: