DEBAT CAPRES CAWAPRES: Pertanyaan tentang HAM oleh JK pada Prabowo bikin Sesi Empat Panas

debat capres cawapres 2

Pewartaekbis.com — Pertanyaan Cawapres M. Jusuf Kalla kepada Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa terkait isu pelanggaran Hak Azasi Manusia pada debat Capres Cawapres, Senin malam (9/6/14), buat suasana sesi keempat debat panas.

Debat itu disiarkan langsung oleh sejumlah stasiun televisi dari Balai Sarbini, Plaza Semanggi, Jakarta.

Pertanyaan Jusuf kalla itu berwal ketika di sesi empat, tiap pasangan Capres-Cawapres memberikan pertanyaan kepada pasangan lain. Masing-masing  memiliki waktu 3 menit untuk menjawab, 3 menit untuk menyanggah, serta 3 menit untuk memberikan klarifikasi.

Saat giliran Pasangan Jokowi-JK bertanya, kesempatan diberikan kepada Jusuf Kalla. Terluncurlah pertanyaan yang dinilai menjurus kepada Prabowo karena terkait dengan isu pelanggaran HAM

“Nah, bagaimana Anda menyelesaikan HAM dan mempertahankan HAM di masyarakat?,” tanya JK.

Pertanyaan itu kemudian dijawab oleh Capres Prabowo Subianto dengan nada meninggi. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu  menuturkan, HAM yang paling mendasar adalah hak untuk hidup. Kemudian, tugas Undang Undang Dasar 1945 yang diberikan kepada sebuah pemerintah republik adalah melindungi segenap tumpah darah Indonesia.

Menurutnya, itulah tugas utama pemerintah. Tugas sebagai pemerintah harus melindungi segenap tumpah darah Indonesia dari segala bentuk ancaman, baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri.

Capres dengan nomor urut 1 itu mengungkapkan, pengalamannya beberapa puluh tahun sebagai abdi negara dan sebagai petugas yang membela kedaulatan, serta membela HAM. Dia mencegah kelompok-kelompok radikal yang menggunakan kekerasan, mengancam keselamatan hidup orang-orang yang tidak bersalah.

“Jadi manakala kita dapati kelompok orang yang merakit bom, melakukan huru hara, dan mengancam keselamatan negara, mereka ini mengancam negara, karena itu kewajiban petugas adalah melindungi segenap tumpah darah dari ancaman-ancaman itu,” ungkapnya.

Kakak dari pengusaha Hashim Djojohadikusumo  itu menjelaskan, sebagai prajurit, saat dirinya melaksanakan tugas sebaik-baiknya, tentu yang memberi penilaian adalah atasannya.

“Saya mengerti arah bapak. Tidak apa-apa. Tetapi saya ada di sini, saya sebagai mantan prajurit, telah melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Selebihnya atasan yang menilai. Saya mengerti arah bapak, Apakah saya bisa menjaga HAM, padahal saya pelanggar HAM?” paparnya.

Prabowo menilai JK tidak memahami saat dia berada di tempat-tempat dimana seorang prajurit harus melaksanakan tugas melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Di Singapura, sambungnya, memegang bom saja hukumannya mati, apalagi merakit dan menyebarkan.

“Saya bertangung jawab, hati nurani saya bersih, saya pembela HAM paling keras di negeri ini,” imbuhnya.

Sebagai orang yang sangat berpengalaman dalam debat Capres dan cawapres,  Jawaban Prabowo itu dimentahkan oleh JK. Cawapres nomor urut 2 itu menanyakan pernyataan Prabowo yang menyebut semua pelanggar HAM itu menggunakan bom.

“Apakah tahun itu memakai bom? Kedua, bapak katakan terserah penilaian atasan. Apakah penilaian atasan waktu itu, bagaimana menyelesaikan HAM masa lalu?” tanyanya

Jusuf Kalla tercatat sudah tiga kali mengikuti debat serupa. Pertama ketika berpasangan dengan Susilo Bambang Yudhoyono, kedua ketika berpasangan dengan Wiranto, dam ketiga ketika berpasangan dengan Joko Widodo.

Prabowo menjawab bahwa dirinya bertanggungjawab kepada atasan saat itu. “Kalau Bapak ingin tahu, tanyalah kepada atasan saya waktu itu,” kilahnya.

Tags:
author

Author: