DEBAT CAPRES CAWAPRES: Profesor muda Hikmahanto Juwana, Siap jadi Moderator Debat Capres Putaran 3

Hikmahanto juwana moderator debat capres

Hikmahanto Juwana moderator debat Capres putarah ketiga

Pewartaekbis.com, Jakarta — Debat Capres cawapres putaran ketiga sebentar lagi bergulir, tepatnya tanggal 22 Juni 2014. Debat putaran ketiga kembali akan mempertemukan calon presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo, dengan tema “Politik Internal dan Ketahanan Nasional” (disiarkan TV One dan ANTV) pukul 19.30 WIB.

Dalam debat kali ini tentu saja  akan dipimpin oleh moderator yang berkompeten dalam bidang tersebut. Dan Komisi Pemilihan Umum telah menunjuk seorang moderator yang kompetensinya tidak perlu diragukan lagi serta sudah disepakati oleh kedua belah pihak.

“KPU sudah mengajukan delapan nama kepada masing-masing tim sukses pasangan calon. Lalu dari delapan nama itu mereka memilih lima, nama Hikmahanto Juwana ini ada di lima nama pilihan masing-masing timses pasangan calon,” kata Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay.

Moderator debat Capres kali ini adalah seorang Guru Besar Fakultas Hukum  Universitas Indonesia, Prof. Dr. Hikmahanto Juwana. Akademisi UI yang akrab dianggil “Bang Hik: ini menyatakan siap menjadi moderator dalam debat capres Prabowo Subianto dan Joko Widodo pada Minggu (22/6) besok.

“Persiapannya, tentu saya harus banyak belajar dari apa yang dilakukan oleh moderator pada acara debat pertama dan kedua,” katanya, Rabu (18/6).

Hikmahanto Juwana mengatakan ia akan belajar dari dua moderator debat capres cawapres sebelumnya, sebagai bentuk persiapan khusus menghadapi tugas tersebut.

Profesor termuda yang dimiliki  UI ini mengatakan dalam waktu dekat akan bertemu komisioner KPU untuk melakukan rapat internal terkait materi-materi apa saja yang harus dikuasai selama jadi moderator.

“Jadi saya harus menguasai benar materi tentang tema tersebut,” katanya.

Keputusan KPU yang menunjuknya sebagai moderator debat capres merupakan sebuah kehormatan tersendiri sekaligus tantangan bagi pria kelahiran Jakarta  23 Nopember 1965 ini.

“Jujur saya tidak menyangka kalau saya yang terpilih jadi moderator. Ini merupakan kehormatan tersendiri sekaligus tantangan buat saya,” katanya.
Sekilas informasi profil Hikmahanto, Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini merampungkan studi pasca sarjanadi  program Magister (S-2) di bidang Hukum Internasional di Keio University (1990-1992), Jepang dan Doktor (S-3) di University of Nottingham, Inggris (1993-1997).

Ketekunannya dalam menjalani profesi sebagai dosen mencapai puncak ketika ia dipercaya untuk memegang jabatan sebagai Guru Besar Hukum Internasional pada tahun 2001 ketika masih berusia 35 tahun.

Hikmahanto pernah  tercatat bekerja sebagai asisten pengacara pada kantor pengacara OC Kaligis, pernah juga menjadi asisten dan peneliti di Pusat Studi Wawasan Nusantara yang didirikan oleh Prof. Mochtar Kusuma Atmadja, panutannya.

Seperti dikutip dari laman resmi pemilihan rektor UI,  Hikmahanto pernah menduduki jabatan Staf Ahli Menteri (eselon I/b) pada Kantor Menteri Perekonomian. Ia juga tercatat sebagai Staf Khusus Menteri Luar Negeri ketika dijabat oleh Dr. Alwi Shihab dan anggota Dewan Pakar Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Saat ini ia menjadi penasehat untuk Menteri Luar Negeri dalam urusan perbatasan, penasehat untuk Jaksa Agung dalam urusan hukum internasional dan anggota Dewan Pakar Kementerian Pertahanan. Ia juga adalah anggota Komite Pengawas Perpajakan, Kementerian Keuangan.

Dalam organisasi kemasyarakatan, saat ini Hikmahanto menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Sarjana Hukum Indonesia (ISHI). Di almamaternya, ia dipercaya menjadi Dekan Fakultas Hukum dari tahun 2004-2008.

Mengenai materi debat yang akan dimoderatori oleh Hikmahanto, kata Hadar Nafis Gumay, akan mulai disusun oleh tim ahli pada Kamis (19/6).

Adapun materi debat kali ini disusun oleh sejumlah pakar dan akademisi dari sejumlah Universitas dan LIPI, antara lain Teuku Fahrizal Syah (President University), Yanyan M. Yani (Universitas Padjadjaran), Sartika Soesilowati (Universitas Airlangga), Adriana Elisabeth (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Poppy S. Winanti (Universitas Gadjah Mada), Dewi Fortuna Anwar (LIPI), dan Evi Fitriani (UI).

Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014 diikuti pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Tags:
author

Author: