Di Balik Desain Pesawat Kepresidenan RI

Jakarta, Pewartaekbis.com — Dengan mulus, Pesawat Kepresidenan RI Boeing Business Jet 2 (BBJ2) mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma, jakarta Timur, Kamis (10/4/2014).

Kedatangan pesawat berwarna biru putih dengan garis merah putih tepat di tengah pesawat itu disambut oleh dua mobil pemadam kebakaran sesuai dengan standar keamanan bandara.

Di bagian ekor pesawat itu terdapat lambang bendera Merah Putih, sementara di samping pesawat ada lambang Burung Garuda, dan di bagian kepala pesawat ada tulisan Republik Indonesia.

BBJ2 empat
Pesawat yang mulai dibuat pada 2011 itu memiliki panjang sayap 30,7 meter dengan tinggi 13,5 meter dan panjang 38 meter. Pesawat tersebut memiliki kecepatan maksimal 871 kilometer per jam, dengan jarak tempuh maksimal 10.334 kilometer. Dengan kapasitas penuh berpenumpang sekitar 50 orang, jarak tempuh terjauhnya turun menjadi 8.630 kilometer.

Pesawat tipe BBJ2 memiliki interior mewah dan lengkap, sebagai berikut:

  • Dua VVIP ruang rapat,
  • 12 area eksekutif,
  • 44 area staf.
  • Fasilitas kamar mandi berukuran besar lengkap dengan shower
  • Tedapat kamar lengkap dengan tempat tidur
  • Ruangan luas, lebih luas 25% dari pesawat Boeing 737 tipe sebelumnya.

Adapun mengenai pertanyaan warna badan pesawat, Sudi Silalahi menjelaskan bahwa dua warna yang didominasi warna biru telur asin dan putih pada pesawat kepresidenan Boeing Bussiness Jet 2 Green bukan pesanan khusus Presiden SBY, melainkan disesuaikan dengan hasil polling dan kesepakatan dengan TNI AU.

Sudi juga menambahkan, seperti dilansir dari laman tribunnews, warna biru untuk kepentingan keamanan dan kamuflase dalam dunia penerbangan.

“Bukan presiden yang menentukan, ada desainer mayor angkatan udara, biru dalam keamanan penerbangan sebagian juga bagian dari warna kamuflase, ini tidak ada arahan dari mana pun,” kata Sudi kepada wartawan, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (10/4/2014).

Sudi SIlalahi menjelaskan, pada awal pengadaan pesawat tersebut, ada 14 warna yang ditawarkan kepada pemerintah. Setelah diadakan polling pemilihan warna, maka diputuskan menggunakan warna biru telur asin dan putih.

“Saya kumpulkan untuk meminta pendapat. Desainernya memberikan 14 alternatif warna. Di mana penentuan warna bukan karena otoritas pejabat. jadi waktu itu diadakan semacam polling pendapat. Dari 14 warna akhirnya terpilih warna dan desain seperti ini,” jelasnya.

Lebih lanjut Sudi mengatakan, warna tersebut identik dengan seragam TNI AU. Pesawat tersebut juga akan dioperasikan oleh TNI AU.

“Ini juga sesuai dengan warna seragam milik TNI AU yang warna biru, nanti pesawat ini akan operasikan oleh TNI AU. imbuhnya.

Tags:
author

Author: