Di China, Ada Kampus Islam yang Semua Mahasiswanya Lak-Laki

toga

Pewartaekbis~ Sebuah universitas Islam dibangun oleh Pemerintah China. Kampus yang berlokasi di Xinjiang, China, tersebut menelan dana sekira Rp 570 miliar. Dijelaskan oleh Rektor Perguruan Islam Xinjiang Alimnu Abdul Rahman, kampus ini memiliki luas 450 hektare. Di dalamnya terdapat masjid, asrama, pusat riset, stadion olahraga, perpustakaan nasional, dan berbagai fasilitas lain.

Menariknya, biaya pendidikan di kampus ini sangatlah murah.

“Untuk masa studi lima tahun, para mahasiswa hanya membayar uang kuliah 2.500 yuan atau sekitar Rp 5 juta,” sebut Alimnu.

Melalui kampus tersebut, Alimnu berharap generasi muda dapat mempelajari berbagai disiplin ilmu, termasuk Islam. Dijelaskannya, dalam agama Islam, setiap orang memang diharuskan untuk terus menuntut ilmu.

Ada dua kategori yang diajarkan di kampus ini, yaitu 30 persen materi kebudayaan dan 70 persen materi agama. Materi kebudayaan meliputi kebijakan pemerintah RRT, komputer, geografi, sejarah, Bahasa Uyghur dan Bahasa Tiongkok. Adapun materi agama meliputi pelajaran Bahasa Arab, Alquran dan Hadits, hingga kebudayaan Islam.

Sebagai informasi tambahan, Xinjiang Islamic Institute sebenarnya sudah berdiri sejak 1983 (mulai beroperasi pada 1987). Mahasiswanya adalah anak-anak muda berumur dari 18 hingga 22 tahun. Namun, semuanya laki-laki karena memang begitulah adat Uyghur.

Tags:
author

Author: