Diduga Menyebarkan Virus, 6000 Bebek di Inggris Dimusnahkan

jaln

Inggris- Pada awal 2014 lalu, pemerintah Inggris dituding memboroskan anggaran untuk obat flu burung sebesar £653 juta. Pembelian obat dalam jumlah besar itu dipicu oleh peringatan ilmuwan pemerintah (tahu 2005), bahwa setidaknya 700.000 warga Inggris dapat tewas karena flu burung.

Setelah menimbun jutaan dosis, penggunaan obat flu burung terus meningkat setelah penyebaran virus H1N1 pada 2009, yang tercatat sebagai pandemi flu burung dalam 40 tahun terakhir.

Varian H5N8 yang disebut sangat menular, juga ditemukan di Jerman, China dan Jepang, awal November. Sementara di Korea Selatan, jutaan unggas dimusnahkan untuk mencegah penyebaran virus H5N8 itu. Virus H5N8 merupakan patogen yang mengkhawatirkan pada burung atau unggas.

Beberapa sumber menyatakan hal tersebut tidak berbahaya bagi manusia. Namun, manusia bisa tertular jika melakukan kontak sangat dekat dengan burung-burung. Namun, informasi lain mengatakan Virus flu burung diketahui dapat menular dari unggas pada manusia, serta dari manusia ke manusia lainnya. Sedikitnya dua varian virus H5N1 dan H7N9 telah menimbulkan kekhawatiran diantara para pakar kesehatan, dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya, Otoritas Belanda mengumumkan ditemukannya varian virus H5N8 pada peternakan di desa Hekendorp, hingga para pengawas agrikultural menerapkan larangan distribusi ternak di seluruh Belanda selama 72 jam.

Sementara itu, di Yorkshire sekitar 6.000 bebek dimusnahkan setelah flu burung ditemukan yang menandai kasus pertama penyebaran flu burung di Inggris sejak 2008. Otoritas mengklaim risiko bagi kesehatan publik sangat rendah. Mereka juga melakukan tindakan cepat, termasuk menerapkan zona larangan dalam radius 10 kilometer.

Hingga saat ini, belum diketahui varian virus flu burung yang ditemukan di Yorkshire tersebut. Akan tetapi, kasus di Yorshire ini terjadi pada waktu hampir bersamaan dengan laporan wabah flu burung di Belanda. Dimana 150.000 unggas di peternakan Hakendrop Belanda dimusnahkan dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus flu burung.

Tags:
author

Author: