Din Syamsudin: Tak Perlu Debatkan Hukum Merayakan Tahun Baru Hijriyah

din

Pewartaekbis~ Hari ini umat Islam di seluruh dunia merayakan pergantian tahun, dari 1435 Hijriah menuju 1436 Hijriah. Berdasarkan keterangan dari sang ketua umum MUI, perayaan tahun baru Islam merupakan pembuktian kebesaran umat Islam di tanah air. Oleh sebab itu, sudah selayaknya lah tahun baru islam diperingati lebih meriah dibandingkan tahun baru lainnya.

“Tahun baru masehi selalu meriah dengan kembang api, tahun baru Imlek juga meriah, bahkan generasi muda Islam juga lebih merayakan hari Valentine daripada 1 Muharram,” kata Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), seperti diwartakan Antara.

Din Syamsudin juga berharap dan menghimbau umat Islam di tanah air agar tak lagi memperdebatkan hukum merayakan tahun baru  Hijriyah. Karena hal itu menurut Din hanya akan menghabiskan waktu.

“Para umat Islam tidak perlu mengemnbangkan polemik tentang boleh atau tidaknya, halal haramnya memperingati Tahun Baru Hijriyah. Saya kira itu hanya akan menghabiskan waktu,” papar Din Syamsudin.

Di Jakarta, perayaan pergantian tahun ini akan dilaksanakan di stadion Gelora Bung Karno senayan pada hari Ahad 28 Oktober 2014.  Din Syamsudin pun mengajak seluruh umat Islam untuk menghadiri perayaan tersebut .

“Saya mengajak seluruh umat Islam untuk sama-sama meriahkan Tahun Baru Islam 1 Muharram di GBK pada hari Ahad. Ayo datang ajak kawan, keluarga, saudara, ke Gelora Bung Karno dengan bernuansa putih,” ungkap Din Syamsudin.

Acara tersebut menurut Din syamsudin merupakan bagian dari syiar Islam. Dalam acara tersebut akan diisi tausiah dari beberapa tokoh Islam terkemuka. Oleh sebab itu, ia mengharapkan hadirin mengenakan pakaian putih yang melambangkan kesucian.

Berdasarkan sumber terpercaya, Presiden Jokowi sangat ingin menghadiri acara tersebut. Namun, beliau belum bisa memastikan karena padatnya acara.

Tags:
author

Author: