Dipilih Dampingi Ahok di Pilgub DKI, ini Jawaban Santai Heru

monas

Jakarta~ Beberapa waktu lalu Heru Budi Hartono didaulat sebagai pendamping calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Menanggapi pendaulatan itu, Heru nampaknya tidak mau terlalu mengambil pusing. Ia hanya berterima kasih pada Ahok atas kepercayaannya.

“Kita jalanin aja semoga Pak Ahok lancar menjadi gubernur kembali. Saya mendukung beliau. Terima kasih kepercayaan yang diberikan Ahok kepada saya,” sebut Heru (10/3/2016).

Heru lahir di Medan pada 13 Desember 1965. Ia memulai karier di Jakarta sebagai staf khusus Wali Kota Jakarta Utara pada tahun1993. Perjalanan kariernya terus menanjak hingga menempati posisi Wali Kota Jakarta Utara.

Lantas, apa persiapannya untuk maju di Pilgub DKI Jakarta 2016?

“Persiapan khusus cuma berdoa supaya lancar. Nanti paling banyak-banyak diskusi sama Pak Ahok,” ujar Heru.

Heru memang bukan orang asing di dunia birokrasi DKI Jakarta. Ia bahkan pernah menjabat sebagai Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja sama Luar Negeri (KDH dan KLN) DKI Jakarta. Ia juga yang mengatur jadwal Joko Widodo saat masih menjadi gubernur di ibu kota.

“Semua orang pasti cari tahu siapa sih Heru. Dia korupsi apa enggak waktu jadi wali kota? Dia meres PNS enggak sih? Muda loh. Kenapa Heru terpilih? Anak 23 tahun sudah kerja, istri kerja enggak ada kasus, sudah dipanggil BPK berapa kali. Aku enggak pernah denger dia berkasus sama UPS. Wali kota saya cek ke pengusaha enggak pernah meres, enggak pernah macam-macam, pernah minta mundur dari PNS,” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta beberapa waktu lalu.

Terkait pilihannya ini, Ahok ternyata punya tujuan khusus.

“Bagi saya cuma mau buktikan ada PNS yang jujur namanya Heru. Dicek aja, kalau dia bagus bisa orang mulai dipercaya. Ada PNS baik, kepercayaan itu lebih penting,” imbuh Ahok seperti diwartakan liputan6.com.

Tags:
author

Author: