Diskusi “Selamatkan Sungai Musi” Digelar di Palembang

sungai musi
Palembang~ Siang tadi (25/3) ada diskusi menarik di Kantor Redaksi Kompas Palembang. Diskusi dimaksud bertajuk “Selamatkan Sungai Musi” dan dihadiri oleh dihadiri akademisi, jajaran instansi pemerintahan, dan para pemerhati kelestarian Sungai Musi. Mereka antara lain M Said yang menjabat sebagai Kepala Lembaga Penelitian Universitas Sriwijaya, Momon Sodik Imanudin yang menjabat sebagai , peneliti pada Lembaga Penelitian Universitas Sriwijaya, Adi Rusman dan Mawardi dari Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, dan Hadenli Ugihan dari Badan Lingkungan Hidup Sumsel.

Diskusi tersebut menyoroti perkembangan Sungai Musi yang mengalami penurunan kualitas dan keberlangsungan kuantitas aliran. Menurut M Said, Sungai Musi memiliki peran sangat vital bagi masyarakat Sumsel. Sayangnya, aktivitas manusia dan perkembangan yang terjadi justru membuat kondisi sungai sepanjang 750 kilometer ini semakin memburuk.

Dalam diskusi yang digelar dalam rangka memeringati Hari Air Sedunia tersebut, dikemukakan juga rencana Universitas Sriwijaya untuk membangun Museum Musi sebagai pusat data dan informasi terkait perkembangan Sungai Musi.
.
“Harapannya, Museum Musi nantinya bisa dikunjungi masyarakat dan menampilkan berbagai data soal Musi,” tutur M Said seperti diwartakan laman resmi Kompas.

Sementara itu, Momon Sodik menjelaskan jika nantinya Museum Musi akan dibangun di area Kampus Universitas Sriwijaya. Rencananya, museum tersebut sudah dapat dibangun tahun ini. Untuk itu, pihak Universitas Brawijaya akan mulai mengumpulkan data soal Sungai Musi dari berbagai sumber.

“Bulan April atau Mei nanti, kami berencana menyusuri Sungai Musi dari hulu sampai hilir,” kata Momon Sodik.

Tags:
author

Author: