Ditagih Santunan Korban Crane oleh Menag, ini Jawaban Pihak Arab Saudi

haji

Jeddah~ Beberapa waktu lalu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berdialog dengan Menteri Urusan Haji Saudi Arabia, Bandar bin Muhammad Hajjar. Pada dialog yang dilakukan di Jeddah itu, Menag tak lupa menanyakan kejelasan terkait realisasi santunan bagi ahli waris korban jatuhnya crane di Masjidil Haram di musim haji lalu.

Menanggapi pertanyaan Lukman Hakim, Bandar bin Muhammad Hajjar menerangkan jika pihaknya sedang memproses pembayaran santunan. Proses ini disebutnya ditangani dua kementerian Saudi Arabia, yakni Kementerian Keuangan dan Kementerian Luar Negeri.

“Kementerian Agama melalui Kantor Urusan Haji Indonesia di KJRI Jeddah akan selalu memonitor perkembangan proses pembayaran santunan,” jelas Menag Lukman di Jeddah (14/3).

Sebagaimana diketahui, musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram terjadi di hari Jumat 11 September 2015. Lebih dari enam puluh orang jamaah haji asal Indonesia menjadi korban, mayoritas mengalami luka berat. Adapun yang meninggal sebanyak 12 orang.

Setelah insiden ini, Pemerintah Saudi Arabia menjanjikan santunan 1 juta riyal bagi korban tewas dan cacat permanen dan undangan bagi ahli warisnya untuk berhaji.  Bagi korban luka, dijanjikan mendapatkan uang 500 juta riyal dan diberi kesempatan untuk mengulang atau menyempurnakan ibadah hajinya.

“Data pribadi setiap korban akan dicek secara teliti berdasarkan waktu penanganan di rumah sakit. Data itu mencakup nama, kebangsaan, paspor, alamat, dan seterusnya. Data lengkap akan diteruskan kepada otoritas yang bersangkutan,” lanjutnya seperti diwartakan detik.com.

Tags:
author

Author: