Eks Gafatar Boleh ikut Transmigrasi, Asalkan . . . .

gafatar

Jakarta~ Kabar baik untuk eks organisasi Gafatar yang kini kebingungan setelah diusir dari ‘surga’. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, sudah menyatakan jika mereka diperbolehkan untuk ikut program transmigrasi. Namun, mereka harus ikuti prosedur yang berlaku.

“Jadi begini, saya prinsipnya kalau mereka mau transmigrasi oke. Saya sediakan semua lahan, semua proses harus diikuti. Tapi tidak ada namanya transmigrasi itu eksklusif kelompok itu tok,” kata Marwan di Istana Negara (28/1).

Warga eks Gafatar menurutnya perlu berbaur dan hidup normal dengan masyarakat. Selain itu, mereka juga dimintanya untuk mengubah ideologinya, yaitu berlandaskan Pancasila.

“Eksklusivisme itu ndak bisa dimunculkan kembali. Yang penting bagi saya adalah soal NKRI dan Pancasila harus clear. Kalau NKRI dan Pancasila tidak clear, tidak akan saya berangkatkan,” katanya lagi.

Marwan menjelaskan jika tidak pernah dibenarkan ada upaya membentuk negara dalam negara.

“Biar dibina dulu. Karena pada dasarnya yang mereka lakukan itu membuat negara dalam negara, itu kan gak boleh. Mereka punya struktur negara tersendiri, ada presiden, bahkan ada menteri-menteri, bahkan ada nabinya dan lain-lain. Kan enggak boleh,” paparnya.

Jadi, ia bakal menolak eks anggota Gafatar yang ikut transmigrasi jika mereka enggan memenuhi syarat tersebut.

“Makanya saya bilang kalau NKRI dan Pancasila itu enggak clear, enggak akan saya berangkatkan. Saya juga mendorong pada kepolisian dan penegak hukum supaya aktor intelektualnya ditangkap. Enggak bisa begini terus, ini negara dalam negara. Kalau mereka menganggap kita ini toghut, mereka kita anggap sebagai bughot,” pungkasnya seperti diwartakan merdeka.com

Tags:
author

Author: