Elite KMP Ramai-Ramai Bantah Opini Penjegalan Jokowi-JK

pidato prabowo menarik diri

Jakarta~ Pucuk pimpinan parlemen MPR dan DPR sudah dikuasai Koalisi Merah Putih. Menurut Ketua Umum Partai Gerindra, penguasaan tersebut dilakukan untuk mengawal dan membela kepentingan bangsa Indonesia. Pernyataan tersebut sekaligus bertolak belakang dari asumsi banyak orang yang menyebut kubu Prabowo bakal menjegal Jokowi-JK.

“Saya kira kita tidak melihat 5-0, atau 4-0, atau 6-0. Kita melihat tahap demi tahap, mana yang bisa kita kawal kepentingan bangsa, kepentingan Pancasila, Undang-Undang Dasar, ini yang bagi kita konsep kita. Enggak ada 5-0, 6-0. Ini kita bela kepentingan bangsa,” ungkap Prabowo.

Pernyataan Prabowo tersebut diungkapkannya di sela-sela syukuran Koalisi Merah Putih di Masjid Bakrie Jakarta (10/10). Berdasarkan sumber terpercaya, syukuran tersebut digelar sebagai ‘merayakan’ kemenangan paket yang diajukan kubu Prabowo dalam pemilihan ketua DPR dan MPR.

Menurut Prabowo, pemerintah di negara manapun akan selalu berjuang untuk bangsa, negara, dan rakyat. Jika hal itu dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK, Prabowo menyatakan dukungannya. Sebaliknya, kubu Prabowo akan melakukan koreksi jika kebijakan yang diambil Jokowi-JK tak menguntungkan rakyat.

Idrus Marham yang merupakan Sekretaris Jenderal Partai Golkar juga menyatakan Koalisi Merah Putih tidak akan membaikot pelantikan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden. Menurutnya, opini yang menyebut kubunya akan membaikot pelantikan 20 Oktober mendatang merupakan opini kotor.

Senada dengan Idrus Marham, Ketua Umum PAN Hatta Rajasa juga menyatakan bantahan terhadap asumsi yang menyebut Koalisi Merah Putih akan menggagalkan pelantikan Jokowi-Kalla.

“Kita tegaskan kita tidak seperti itu, apalagi akan menjegal agenda kenegaraan,” ungkap Hatta.

Begitu juga dengan Hashim Djojohadikusumo, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra yang selama ini disebut akan menjegal pelantikanJokowi-JK, pun  dengan tegas menyatakan pihaknya tidak ada keinginan untuk menjegal Jokowi-JK.

“Sama sekali tidak (ada rencana menjegal-red), bisa dilihat naskah atau narasi aslinya dalam bahasa Inggris. Sama sekali tidak ada menjegal, tidak ada niat jegal, tidak ada maksud dan niat menghambat pelantikan Jokowi,” ungkap Hashim dalam pernyataannya di salah satu stasiun televise nasional.

Tags:
author

Author: