Fenomena Jilboobs: 4T, Batasan Berbusana Hijab menurut Imam Istiqlal

Mengenakan hijab atau jilbab yang sesuai kaidah Islam justru sebenanrnya membuat wanita sendiri lebih terhormat dan dihormati

Mengenakan hijab atau jilbab yang sesuai kaidah Islam justru sebenanrnya membuat wanita sendiri lebih terhormat dan dihormati

Pewartaekbis, Jakarta — Meskipun sebenarnya fenomena gadis-gadis remaja berkerudung tetapi kurang sopan dengan masih menunjukkan lekuk tubuhnya sudah ada sejak lama, tetapi setelah kemunculan istilah baru “Jilboobs”, seolah fennomena itu mencuat kemabli.

Jilboobs yang mudahnya didefinisikan sebagai jilbab seksi yang memperlihatkan lekuk tubuh perempuan kembali menjadi fenomena setelah diangkat oleh sebuah laman fanspage di media sosial dan memiliki 1.575 fans dari pengguna Facebook.

Akun yang dibuka sejak tanggal 25 Januari 2014 itu membuat gaya busana seksi ini pun kembali ramai dibahas  forum internet dan jejaring sosial.  Jilboobs bahkan menjadi menjadi bahan olok-olok. Sangat disayangkan, karena fenomena ini dapat memberi kesan negatif pada umat  Islam khususnya muslimah.

Ketika dimintai keterangan masalah tersebut, Imam besar Masjid Istiqlal Musthofa Ali Yakub pun punya pandangan soal cara berjilbab yang benar.

“Seharusnya mereka yang berjilbab mengikuti syariah dan bukan malah untuk main-main untuk fashion saja.” ujarnya.

“Yang penting untuk jilbab itu 4T: tempat tutup aurat, tidak transparan, tidak tembus pandang, dan tidak menyerupai lawan jenis,” jelas Musthofa, di Jakarta, Rabu (6/8/2014).

Apapun bentuk kerudungnya jilbab atau hijab yang dipakai diserahkan kepada perempuan yang memakainya, tetapi jangan sampai melebihi batas 4T tersebut, imbuh Musthofa.

“Penting, jangan sampai melewati apa yang dia sebut 4T itu. Adapun bentuk jilbab kerudung terserah seperti apa, asalkan 4T,” tutupnya.

Tags: