Finalisasi UMK Balikpapan, Masih Menunggu Angka Final UMP

nik

Balikpapan – Upah minimum kota (UMK) Balikpapan tahun 2015 akan diputuskan pada 6 November mendatang. Sebagaimana telah disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Balikpapan, Fachruddin Harami mengatakan, dewan pengupahan Balikpapan yang terdiri dari unsur Perguruan Tinggi, Badan Pusat Statistik (BPS), Disnakersos, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Serikat Pekerja telah beberapa kali menggelar rapat.

Rapat tersebut tidak lain  membahas UMK 2015, akan tetapi keputusannya masih menunggu Surat Keputusan (SK) Gubernur tentang UMP 2015. Infonya SK itu akan diterbitkan pada 1 November mendatang. Jadi, kemungkinan finalisasi UMK Balikpapan akan diputuskan pada 6 November mendatang.

Fachruddin menjelaskan, selain mengacu pada ketetapan UMP sebagai dasar kuat bagi Kabupaten/Kota dalam menetapkan upah minimum, survei kebutuhan hidup layak (KHL) juga menjadi acuan dalam penetapan UMK ini.

Pada tahun 2014, UMK Balikpapan ditetapkan Rp 1,9 juta per bulan atau hanya selisih Rp 13.685 di atas UMP Kaltim. Upah Minimum Provinsi yang telah ditetapkan Dewan Pengupahan Provinsi (DPP) dinilai tidak akan mencukupi kebutuhan hidup pekerja selama satu bulan.

Sementara untuk tahun 2015, DPP Kaltim menetapkan UMP sebesar Rp 2.026.126, atau naik Rp 139.811 dari tahun ini (Rp 1.886.315).

Anggota DPRD Kaltim, Syafruddin mengungkapakan, bahwa besaran UMP tersebut tidak manusiawi. Hal tersebut dikarenakan, angka tersebut tidak akan sebanding dengan pengeluaran pekerja saat ini. Terutama bagi mereka yang sudah berumah tangga.

Menrut Syafruddin, angka tersebut tidak mencukupi bila dibandingkan dengan besarnya harga-harga kebutuhan pokok di Kaltim. Dimana Kaltim merupakan daerah dengan tingkat inflasi tinggi, yang mengakibatkan biaya hidup lebih mahal disbanding dengan daerah lain. Belum lagi ditambah wacana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan segera direalisasikan pemerintah.

Tags:
author

Author: