Florence Minta Maaf, LSM Jatisura Enggan Mencabut Gugatannya

5

Yogyakarta~ Setelah menjadi buah bibir masyarakat Jogja, Florence Sihombing akhirnya meminta maaf kepada masyarakat Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada. Permintaan maaf tersebut dikirimkan ke Harian Tribun Jogja  lewat surat elektronik.

“Saya beserta keluarga dan teman-teman yang bersangkutan meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap warga Yogyakarta atas kata-kata di Path saya. Saya merasa sangat menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan saya. Saya juga meminta maaf kepada pihak UGM, khususnya Fakultas Hukum, dosen-dosen, dan segenap akademisi FH UGM, meski saya tidak pernah membawa-bawa nama UGM. Saya tidak tahu siapa-siapa saja oknum tidak bertanggung jawab yang telah mendramatisir dan menyebarluaskan status Path saya, identitas, dan kontak saya dan teman-teman saya,” tulis Florence.

Selain melalui Tribun Jogja, ucapan permintaan maaf juga disampaikan Florence melalui pengacaranya Wibowo Malik. Dalam  konferensi pers di Kalui Gejayan pada Jumat (29/8), Wibowo Malik mengungkapkan permintaan maaf kliennya kepada warga Yogya atas kicauannya di Path dan Twitter. Menurut Wibowo Malik, kliennya juga memohon agar tetap diperkenankan untuk menuntaskan studinya di Universitas Gadjah Mada.

Ucapan maaf juga disampaikan oleh Komunitas Batak di Yogyakarta. Mereka merasa prihatin dan menganggap Florence tidak sepantasnya berbicara demikian di media sosial.

“Kami dengan tulus menyampaikan permintaan maaf kami mewaliki komuntas batak di Yogyakarta atas ucapan yang dilontarkan saudari kami. Secara khusus kami meminta maaf kepada Ngarso Dalem, Sri Sultan HB X,” ujar Dikson Siringoringo Situmorang, perwakilan komunitas batak di Yogyakarta.

Meski sudah meminta maaf, LSM Jatisura (Jangan Khianati Suara Rakyat) yang menggugat tulisan Florence ke kepolisian tidak mencabut laporan bernomor STBL/644/VIII/2014/DIY/SPKT.

“Kalau permintaan maaf, ini masih bersifat sosial, hukum tetap berjalan. Permintaan maaf tidak menghalangi proses hukum. Permintaan maaf itu pada masyarakat, tapi ucapan di path ini perbuatan tindak pidana,” ucap Eri Supriyanto yang merupakan penasihat hukum LSM Jatisura (29/8).

Tags:
author

Author: