Gara-Gara Dana Rp1 M, Banyak Sarjana yang Kini incar Jabatan Kepala Desa

toga

Jakarta- Ada banyak perbedaan setelah pemerintah pusat memberi dana Rp1 Miliar per desa. Selain ihwal perbaikan infrastruktur, kini jabatan kepala desa semakin diincar oleh para sarjana. Padahal, jabatan ini sebelumnya dipandang sebelah mata oleh banyak sarjana.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, mengungkapkan adanya pergeseran asumsi terhadap jabatan kepala desa saat acara ‘Penguatan Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa’.

“Kita berpikir positif saja. Tergiur dana desa karena dengan adanya dana desa itu dia mempunyai kemampuan untuk membangun desanya. Jadi saya pikir kita sambut baik tapi saya minta pengawalan dari masyarakat serta media agar dana desanya itu tidak disalahgunakan, tidak diselewengkan,” sebutnya di ruang pola kantor Gubernur Sumatera Selatan (19/12).

Dengan adanya fakta anyar ini, diharapkan akan berdampak positif bagi masyarakatnya. Di sisi lain, diperlukan pengawasan ekstra agar dana tersebut tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu dalam memenuhi kantung pribadi.

“Tahun ini ada 7.000 laporan kasus dari masyarakat tentang pengelolaan dana desa ini. Tapi memang ada yang sudah masuk ke ranah hukum dan divonis tapi sebagian besar karena kesalahpahaman saja jadi bisa diluruskan akhirnya,” kisah Eko.

Dari laporan dimaksud, ia menjelaskan jika tidak semuanya memang laporan faktual.

“Dan sebagian juga ada laporan palsu. Kita minta ke masyarakat, janganlah membuat laporan palsu karena kasihan kepala desanya yang sudah bekerja dengan benar tapi dikriminalisasi,” tandasnya seperti diwartakan otonomi.coid.

Tags:
author

Author: