Gaya Hidup Halal Kian Mendunia

bebol

Bangkok– Institut Standard Industri Thailand (TISI) dan National Food Institute melakukan kunjungan ke pusat produksi IBF Halal Company di Samut Prakarn. Kunjungan tersebut bertujuan agar pelaku industri bisa belajar cara memproduksi produk halal. Hal tersebut seiring dengan tindakan pemerintah Thailand yang berusaha memberikan dorongan kepada para pelaku industri agar menghasilkan produk yang memiliki standar halal internasional. Produk konsumsi halal seperti daging ayam, sapi, makanan olahan dan minuman dingin. Pangsa pasar produk makanan dan minuman global mencapai 16,6 persen di tahun 2012, pada saat itu konsumsi makanan mencapai sekitar US$ 20 miliar.

TISI menilai ASEAN merupakan salah satu wilayah yang memilki pasar makanan halal yang potensial. Sekitar 40 persen penduduk ASEAN atau 264 juta orang beragama Islam, dengan estimasi pasar halal mencapai 80 miliar dolar AS dan terus meningkat. Sejak tahun 2012 hingga saat ini Indonesia merupakan Negara yang memiliki pasar makanan halal terbesar di dunia.

Selain itu, industri makanan halal juga tercatat berkembang di negara-negara kawasan Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Tenggara. Di Timur Tengah, Arab Saudi menjadi pasar makanan halal terbesar disusul Uni Emirat Arab, Kuwait, Oman, Qatar dan Bahrain. Sementara itu, di Uni Emirat Arab daging mentah merupakan komoditas utama produk makanan berlabel halal. Hal tersebut dikarenakan sejauh ini produk daging halal menguasai sekitar 78,7 persen pangsa pasar pada  tahun 2013.

Dari hasil State of the Global Islamic Economy Report yang dirilis oleh Dinar Standard dan Thomson Reuters memperkirakan bahwa potensi pasar sektor makanan dan gaya hidup halal global yang berkembang pesat dengan pengeluaran konsumen di angka $1.62 triliun pada tahun 2012 diperkirakan akan mencapai $2.47 triliun pada tahun 2018.

Rate this article!
Tags:
author

Author: