Gaya Hidup Tidak Sehat Menjadi Pemicu Turunya Tingkat Kesuburan

minuman

Pewartaekbis- Diperkirakan 1 dari 10 pasangan berusia produktif mengalami kesulitan untuk hamil secara alami. Ketidaksuburan bisa dipicu oleh berbagai hal, seperti faktor emosi, kurangnya frekuensi hubungan seksual, serta gangguan hormonal karena gaya hidup. Disamping itu, faktor usia juga mempengaruhi kesuburan seorang wanita. Pada permulaan usia menstruasi, seorang wanita memiliki 300.000 – 500.000 sel telur dan setelah ia mencapai usia menopause seluruh sel telur itu habis. Umumnya kemampuan wanita untuk memproduksi sel telur yang sehat akan berkurang drastis setelah ia mencapai usia 30 tahun. Sedangkan pada pria, sel sperma baru diproduksi disetiap bulan.

Selain itu, rasio ketidaksuburan lebih tinggi terjadi pada pasangan yang tinggal di kota besar atau pada pasangan yang keduanya bekerja. Hal ini dikarenakan, bekerja  juga membuat seseorang lebih mudah memiliki kebiasaan tidak sehat, seperti merokok, minum alkohol, kafein, mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat, dan kurang bergerak. Dimana kondisi tersebut cukup berpengaruh pada kondisi sperma dan sel telur sehingga menurunkan peluang kehamilan.

Sebuah studi menemukan bahwa wanita yang merokok membutuhkan waktu yang lebih lama untuk hamil bahkan kemungkinan kehamilan bisa menurun hingga 40 persen.

Sementara itu dari sebuah penelitian di Denmark  menyatakan, kemampuan wanita memiliki anak menurun seiring semakin seringnya ia mengkonsumsi alkohol. Dalam penelitian ini melibatkan 430 pasangan yang ingin memiliki anak.

Selain itu, Kafein yang terkandung dalam minuman seperti kopi dan minuman energi sering membuat kita terjaga saat mengantuk ternyata menegangkan pembuluh darah dan menegangkan aliran darah ke rahim sehingga menyulitkan terjadinya pembuahan.

Namun, ternyata tidak hanya kebiasaan merokok, mengkonsumsi alkohol dan kafein saja gaya hidup tidak sehat yang mengakibatkan menurunnya tingkat kesuburan. Kurangnya mengkosumsi sayuran dan terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat halus seperti nasi putih, roti putih atau pasta pun ternyata menurunkan tingkat kesuburan seseorang.

Tags:
author

Author: