Gejolak Perekonomian Dunia Mengancam Melemahnya Nilai Rupiah, Apa Langkah Pemerintah?

rupiah

Jakarta – Gejolak perkonomian dunia memiliki dampak yang cukup besar terhadap nilai tukar rupiah. Guna mengantisipasi anjloknya rupiah terhadap dolar AS tersebut, pemerintah Indonesia pada Jumat esok hari (13/3/2015) akan mengumumkan paket kebijakan ekonomi.

Hal tersebut disampaikan oleh Menko Perekonomian Sofyan Djalil usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo dan Ketua DK OJK Muliaman D Haddad.

Sofyan mengatakan, besok Jumat pemerintah akan melakukan koordinasi mengangkut berbagai kementerian untuk reformasi strukutral yang lebih lanjut. Seperti sejumlah kebijakan yang sudah disampaikan oleh Menkeu, sebagaimana diwartakan detik.com delapan kebijakan tersebut yakni:

1. Pemerintah akan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) pengenaan bea masuk anti dumping, dan bea masuk pengamanan sementara (safeguard) untuk produk-produk impor yang terindikasi dumping.
2.  Insentif pajak bagi perusahaan Indonesia yang produknya minimal 30% untuk pasar ekspor.
3.  Penyelesaian Peraturan Pemerintah (PP) untuk galangan kapal nasional. Nantinya industri galangan kapal nasional tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
4.  Meningkatkan komponen Bahan Bakar Nabati (BBN) agar impor minyak dan Bahan Bakar Minyak (BBM) bisa dikurangi.
5. Insentif pajak bagi perusahaan asing yang berinvestasi di Indonesia yang tidak mengirimkan dividen tahunan sebesar 100% ke perusahaan induk di negara asal.
6. Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, dan Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia (INSA) akan menentukan formulasi pembayaran pajak pemilik atau perusahaan pelayaran asing.
7. Mendorong BUMN untuk membentuk reasuransi.
8. Kemenkeu dan Bank Indonesia (BI) akan mendorong dan memaksa proses transaksi di Indonesia memakai mata uang rupiah.

Tags:
author

Author: