GrabCar dan Taksi Uber Dipanil Menhub ‘Baru’, Ada Apa?

ilustrasi

ilustrasi

Jakarta~ Pemilik GrabCar dan taksi Uber dipanil oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.  Dihadapan kedua perusahaan yan cukup fenomenal itu, Budi meminta agar GrabCar dan Uber menaati aturan yang sudah disepakati bersama.

“Kita melakukan inventarisasi peraturan yang kita sepakati apa. Yang dia lakukan apa. Dari fakta itu ada beberapa syarat-syarat yang diminta oleh regulator waktu itu yang kala itu sudah disetujui tidak dapat ditindaklanjuti. Jadi katakanlah mereka yang dapat izin itu hanya 10 persen. 500 driver dari 5.000 driver,” sebut Budi saat ditemui di kantor Kementerian Bidang Kemaritiman, Jakarta (2/8).

Uber dan GrabCar dimintanya bersikap adil dan menghargai pesaing bisnisnya. Ia tak ingin ada perusahaan taksi yang di anak tirikan.

“Jadi saya bilang, saya cinta taksi aplikasi, saya senang taksi aplikasi tetapi marilah kita memiliki satu cara memandang yang sama, yaitu merah putih, bahwa equility (keadilan) itu menjadi suatu syarat. Anda ada saudara yang namanya taksi biasa dan anda aplikasi. Equilty yang mendekati kesamaan itu mesti dilakukan. Saya harapkan dan mengimbau kepada mereka mencari jalan keluar untuk meningkatkan jumlah yang mendaftar,” lanjutnya.

Salah satu aturan dimaksud ialah keharusan melakukan uji KIR kendaraan dan membayar pajak.

“Dia musti uji KIR, dia musti bayar pajak, semua itu ada konsekuensi. Orang mau berusaha ya harus ada konsekuensi dong. Ada yang harus dibayar dan sudah disepakati sebelumnya melalui diskusi panjang. Tiba-tiba ngga bisa kan jangan-jangan ada upaya sengaja untuk melakukan itu. Kita merah putih mari melakukan yang terbaik,” tandasnya seperti diwartakan merdeka.com.

Tags:
author

Author: