Gugatan Hasil Pilpres: KPU Siap Tanding Bukti di MK

adu bukti KPU

Pewartaekbis — Terkait gugatan hasil pemilu presiden oleh kubu Prabowo -Hatta, Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar sidang kedua perkara hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2014 hari ini.

Sidang PHPU Pilpres yang digelar MK kedua kalinya ini, mengagendakan mendengarkan jawaban dari pihak termohon yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU), keterangan pihak terkait yakni Jokowi-JK, dan keterangan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Sidang kedua tersebut rencananya dibuka pada pukul 09.00 WIB di ruang sidang utama MK lantai 2. Sidang PHPU itu  juga mengagendakan pembuktian dari gugatan pasangan nomor urut satu. Dengan agenda tersebut, sidang PHPU kedua hari ini diprediksi akan diwarnai adu data antara pemohon yakni pasangan Prabowo – Hatta dan pihak termohon KPU.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan siap beradu keabsahan dan validitas data dalam sidang lanjutan sengketa Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 di Mahkamah Konsitusi (MK) hari ini.

Seperti disampaikan Komisioner KPU Ida Budhiati, setelah mempelajari berkas gugatan yang diperbaiki kandidat presiden dan wakil presiden nomor urut 1, dia menilai  berkas itu semakin menguatkan gugatan serta dapat menunjukkan bukti-bukti kecurangan yang terus diumbarnya. Pasalnya, seluruh data yang dimiliki KPU terkait Pilpres 2014 memiliki bukti historisnya.

“Dokumen itu ada historisnya, kalau memang terjadi perbedaan (dengan bukti yang diajukan pemohon). Mereka (saksi) kan hadir di TPS. Semua ada buktinya. Apa saja yang dikemukakan saksi pada saat rapat pleno,” kata Ida di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (7/8).

Menurut Ida, semakin lengkap datanya, akan semakin bagus proses persidangan di MK.  “Bagus kalau data mereka lengkap, jadi bisa disandingkan datanya versi termohon dan pemohon, karena KPU kan lakukan rekap berjenjang yang bisa dikontrol oleh publik.” ujarnya

Ida juga menambhakan, permasalahan yang menjadi materi gugatan tim Prabowo-Hatta sudah muncul dalam proses rekapitulasi, sehingga masalah saat rekapitulasi suara tak terkait dengan perolehan suara calon.

“Semua terkonsentrasi, dari rekap di TPS lalu diplenokan, jika ada koreksi juga sudah terdokumentasikan dalam berita acara, jadi kami bisa beri penjelasan kenapa terjadi perbedaan,” ujarnya.

(Sumber: JPNN)

Tags:
author

Author: